LITERA Vol. 21 No. 3, November 2022 https://journal.uny.ac.id/index.php/litera/issue/view/2430 DOI: https://doi.org/10.21831/ltr.v21i3.51226 279 Pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita di sekolah dasar di Yogyakarta St. Nurbaya*, Rukiyati, Sri Agustin Sutrisnowati Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia *Corresponding Author; Email: siti_nurbaya@uny.ac.id ABSTRAK Pendidikan karakter jujur terintegrasi ke dalam tema-tema pelajaran dengan metode bercerita penting dilakukan sebagai upaya mendidik siswa agar menjadi orang yang jujur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita bagi siswa kelas 4 pada tujuh sekolah dasar di Yogyakarta. Buku panduan untuk guru dan buku cerita telah dikembangkan pada penelitian sebelumnya dan telah dinyatakan valid serta layak digunakan, menurut para ahli maupun guru. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan diskusi grup terfokus, didukung dengan penggunaan skala Likert untuk mengukur sikap siswa terhadap kejujuran. Teknik analisis data dilakukan secara interaktif meliputi kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menyimpulkan praktik pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita untuk siswa kelas IV sekolah dasar telah berhasil dilaksanakan dengan baik. Judul cerita yang dibacakan “Cinderela dan Penjaga Bagang“ Guru telah dapat melaksanakan pembelajaran sesuai buku panduan dan siswa telah memahami arti penting kejujuran dalam berbicara dan bertindak. Siswa menyatakan sikap setuju terhadap pernyataan dan tindakan yang jujur. Oleh karena itu, pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita dapat digunakan secara luas sebagai upaya menanamkan nilai kejujuran dalam diri siswa sekolah dasar. Kata kunci: nilai, karakter, jujur, dan metode bercerita Honesty character education through storytelling methods in elementary schools in Yogyakarta Abstract Honesty character education integrated into lesson themes using the storytelling method is important as an effort to educate students to become honest people. This study aims to describe the practice of honesty character education through the storytelling method for grade 4 students in seven elementary schools in Yogyakarta. According to experts and teachers, teacher manuals and storybooks have been developed in previous research and declared valid and suitable for use. This research method is descriptive qualitative using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The data collection techniques used were observation and focus group discussions, supported by using a Likert scale to measure students' attitudes toward honesty. Data analysis techniques were carried out interactively, including data condensation, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was done by triangulating sources and techniques. The results of the study concluded that the practice of honesty character education through the storytelling method for grade IV elementary school students had been successfully implemented. The title of the story read "Cinderella and the Bagang Guard" The teacher has been able to carry out learning according to the guidebook, and students have understood the importance of honesty in speaking and acting. Students expressed agreement with honest statements and actions. Therefore, honesty character education through the storytelling method can be widely used as an effort to instill the value of honesty in elementary school students. Keywords: values, character, honesty, storytelling methods Article history Submitted: 22 June 2022 Accepted: 25 November 2022 Published: 30 November 2022 Citation (APA Style): Nurbaya, S., Rukiyati, R., & Sutrisnowati, S. (2023). Pendidikan karakter jujur melalui metode bercerita di sekolah dasar di Yogyakarta. LITERA, 21(3), 279-287. https://doi.org/10.21831/ltr.v21i3.51226. PENDAHULUAN Pendidikan sesungguhnya tidak hanya bertujuan untuk mengembangkan potensi intelektual, tetapi juga pengembangan kepribadiannya sehingga siswa akan menjadi orang yang berkarakter baik.