Volume 2, No. 1 (Desember 2020): 72-86
DOI: 10.46817/huperetes.v2i1.48
Submitted: 07 November 2020 // Revised: 26 November 2020 // Accepted: 21 Desember 2020
Copyright © 2020 HUPĒRETĒS; e-ISSN: 2716-0688, p-ISSN: 2716-4314
Pokok Anggur yang Benar:
Eksegesis terhadap Yohanes 15:1-3
Daniel Horatius Herman
Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan
Korepondensi: dhoratiusherman@sttkalimantan.ac.id
Abstrak: Penafsiran yang beragam atas Yohanes 15:1-3 menunjukkan kesalahan metode
penafsiran. Tentu saja Yesus hanya mempunyai satu maksud. Penelitian ini bertujuan untuk
menemukan makna ajaran Yesus yang benar yang akan menuntun setiap orang percaya
kepada kehidupan Kristen yang benar, sehingga makna yang keliru, yang menyebabkan
kebingungan terhadap ajaran Yesus akan dapat diantisipasi. Penelitian ini menggunakan
metode penelitian hermeneutika yang secara khusus mengeksegesis teks-teks pembahasan.
Penelitian ini mempelajari Konteks Yesus dalam Injil Yohanes secara keseluruhan; konteks
Perjanjian Lama yang berhubungan dengan Yohanes 15:1-3; dan meninjau secara umum,
konteks pasal-pasal di sekitar Yohanes 15:1-3 serta menyimpulkan berdasarkan langkah-
langkah tersebut. Yohanes 15:1 menjelaskan pernyataan Yesus sebagai Yahweh dan
pernyataan Yesus sebagai perwujudan Israel. Yohanes 15:2a menjelaskan “ranting-ranting yang
dipotong” menunjuk pada semua orang Israel yang menolak Yesus. Sementara “ranting-
ranting yang dibersihkan” (15:2b) menunjuk pada murid-murid Yesus dan semua orang Israel
yang percaya kepada-Nya. Pernyataan dalam Yohanes 15:3 adalah pernyataan bahwa murid-
murid Yesus sedang dalam keadaan bersih. Bagi penerima pertama Injil Yohanes, ayat-ayat ini
berarti orang-orang Yahudi yang percaya adalah “ranting yang berbuah” dan “dibersihkan”
sedangkan orang-orang Yahudi yang tidak percaya adalah “ranting yang dipotong.”
Kata kunci: Pokok Anggur yang benar, Israel sejati, murid Yesus
Abstract: The various interpretations of John 15:1-3 point to errors in the method of interpretation. Of
course, Jesus only had one purpose. This research aims to find the meaning of the true teachings of Jesus
that will lead every believer to the true Christian life, so that the wrong meaning, which confuses
Christian to Understand the teachings of Jesus, can be anticipated. This study uses a hermeneutic
research method that specifically exegesis to the discussion texts. This research examines the context of
Jesus in the Gospel of John as a whole; the Old Testament context relating to John 15:1-3; and reviews
in general, the context of the chapters around John 15:1-3 and concludes based on these steps. John 15:1,
explains Jesus' statement as Yahweh and the statement of Jesus as the embodiment of Israel. John 15:2a
describes “the cut branches” referring to all Israelites who rejected Jesus. Meanwhile "the cleansed
branches" (15:2b) refers to Jesus' disciples and all the Israelites who believed in Him. The statement in
John 15:3 is a statement that Jesus' disciples were in a state of cleanness. For the first recipients of John's
Gospel, these verses meant believing Jews were "a branch bearing fruit" and "cleansed" whereas
unbelieving Jews were "a cut branch."
Keywords: The true vine, true Israel, Jesus' disciples