97 | Jurnal Bastrindo | Volume 3| Nomor 2| Desember 2022 Aspek Sejarah dan Budaya Cina Benteng pada Variasi Toponim Sewan : Sebuah Kajian Linguistik Sonya Ayu Kumala 1 ; RMT Multamia Lauder 2 ; Frans Asisi Datang 3 Lilie Suratminto 4 1,2,3, Universitas Indonesia 4 Universitas Buddhi Dharma Posel: sonyaa.ayuu@gmail.com Abstrak: Objek penelitian ini adalah nama tempat atau toponim. Toponim merupakan bagian dari identitas budaya. Penelitian in bertujuan untuk mendeskripsikan tiga aspek nama yaitu 1) bentuk, 2) makna, dan 3) latar belakang penamaan tempat-tempat bersejarah terkait masyarakat Cina Benteng, Tangerang, Banten. Nama tempat adalah salah satu bentuk data bahasa yang berisi seperangkat nilai kearifan lokal yang harus dipahami, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Nama atau toponim dibagi menjadi dua cakupan yaitu nama diri dan nama tempat. Penelitian ini menggunakan Cina Benteng sebagai objek penelitian dengan memanfaatkan nama-nama pemukiman Cina Benteng. Diantara beberapa kantong pemukiman, toponim Sewan hingga saat ini masih didominasi kuat oleh Cina Benteng. Etnis Cina Benteng memiliki keunikan baik dalam ciri – ciri fisik maupun aspek ekonomi, sosial, dan budaya. Data penelitian ini berupa variasi toponim sewan yang ditemukan sebanyak 12 variasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan teori etnosemantik (Cruse;2006, Wierzbicka:1992) dan linguistik antropologi (Duranti,1997). Penelitian ini memanfaatkan data primer yang diambil dengan pendekatan etnografi melalui teknik libat, cakap, catat, dan rekam. Hasil penelitian menggambarkan variasi toponim sewan menggambarkan aspek sejarah dan budaya yang mencakup beberapa aspek yaitu 1)tokoh setempat yang berpengaruh, 2) memori terkait peristiwa sejarah di sebuah lokasi, dan 3)pengetahuan lokal terkait budaya setempat. Kata Kunci: onomastik, etnosemantik, linguistik antropologi, sewan, Cina Benteng Historical and Cultural Aspects on Sewan’s Toponym Variation Abstract : The object of this research is place names or toponyms. Toponyms are part of cultural identity. This study aims to describe three aspects of names, namely 1) form, 2) meaning, and 3) background for naming historical places related to the Cina Benteng, Tangerang, Banten. Place names are form of language data which contains set of local wisdom values that must be understood, and passed down from generation to generation. Names or toponyms are divided into two areas, proper names and place names. This study uses Cina Benteng as a research object by utilizing the names of Cina Benteng settlements. Among several settlement, toponym of Sewan is still strongly dominated by Cina Benteng. Cina Benteng ethnicity is unique both in physical characteristics and in economic, social and cultural aspects. The research data is in the form of variations of the toponym of the sewan, thera are found 12 variations. This research uses qualitative descriptive approach by utilizing ethnosemantic theory (Cruse; 2006, Wierzbicka: 1992) and anthropological linguistics (Duranti, 1997). This study utilizes primary data that being taken by using an ethnographic approach through engagement, speaking, note-taking and recording techniques. The results of the study describe the variations of the toponym of sewan describing historical and cultural aspects which include several aspects, namely 1) influential local figures, 2) memories related to historical events of certain toponim or location, and 3) local knowledge that strongly related to local culture. Keywords: onomastics, ethnosemantics, antrophological linguistics, sewan, Cina Benteng