1423 Seminar Internasional Riksa Bahasa XIII e-ISSN: 2655-1780 p-ISSN: 2654-8534 Seminar Internasional Riksa Bahasa XIII http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa MENGGAGAS MEME SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENULIS ARGUMENTASI Nenty Erawati 1 , Yeti Mulyati 2 , Andoyo Sastromiharjo 3 Pendidikan Bahasa Indonesia, Sekolah Pascasarjana, Universitas Pendidikan Indonesia nentyerawatihamdani@gmail.com ABSTRAK Salah satu keterampilan berbahasa yang menuntut adanya penguasaan bahasa yang baik adalah menulis. Salah satu jenis tulisan yang harus dikuasai siswa adalah argumentasi. Fakta- nya, keadaan di lapangan menunjukkan bahwa tulisan argumentasi yang dihasilkan oleh siswa masih jauh dari kata memuaskan. Kesulitan menuangkan ide dan pembelajaran yang kurang efektif menjadi faktor utamanya. Untuk mengatasi permasalahan ini, perlu sebuah media pembelajaran yang mampu membantu siswa dalam menuangkan ide dan membuat pembelajar- an menulis argumentasi menjadi semakin efektif. Media meme dipilih untuk mengefektifkan pembelajaran menulis argumentasi dengan model pembelajaran CPS (Creative Problem Solv- ing) sehingga hasil argumentasi yang ditulis oleh siswa menjadi semakin baik. Berdasarkan kajian pustaka yang telah dilakukan, model pembelajaran ini adalah pembelajaran yang melaku- kan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan memecahkan masalah dengan menggunakan meme sebagai media pembelajaran yang berfungsi memperjelas suatu pesan yang disampai- kan. Dalam proses pelaksanaannya, penulis melakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: (1) menentukan tujuan, (2) mengumpulkan data, (3) mengidentifikasi masalah, (4) membangkitkan gagasan, (5) mempersiapkan tindakan, dan (6) mengevaluasi hasil. Penelitian ini baru sebatas deskriptif kualitatif yang dilakukan oleh penulis sehingga perlu ditindaklanjuti pada penelitian lanjutan untuk melihat efektivitas media pembelajaran meme pada model pembelajaran CPS (Creative Problem Solving) dalam pembelajaran menulis argumentasi di sekolah. Kata Kunci: Menulis Argumentasi; Model Creative Problem Solving; Media Meme. PENDAHULUAN Menulis termasuk dalam keterampilan berbahasa yang produktif, yaitu suatu keterampilan berbahasa yang menuntut seseorang melakukan kegiatan yang menghasilkan tulisan. Me- nulis termasuk aspek kegiatan berbahasa yang dianggap sulit. Hal itu dikeluhkan oleh banyak orang, peserta didik di pendidikan dasar dan menengah, mahasiswa di pendidikan tinggi, dan bahkan orang-orang yang sudah menamatkan perguruan tinggi pun mengeluhkan sulitnya menulis. Akibat keluhan itu akhirnya menjadi opini umum, bahwa menulis itu memang sulit. Apakah memang menulis itu sulit? Inilah pertanyaan yang perlu dijawab sebenarnya. Menurut Tarigan (2008: 1) menjelaskan bahwa keterampilan menulis ini sangat erat hubungannya dengan proses-proses yang mendasari bahasa. Secara tidak langsung, dapat dikatakan bahwa bahasa seseorang mencerminkan pikirannya. Jadi, dari kemampuan menulis seseorang kita dapat melihat perkembangan kemampuan berpikir seseorang. Kemampuan menulis didapatkan dari proses latihan secara intensif dan teratur. Artinya, kemampuan ini tidak didapatkan secara cuma-cuma. Itu sebabnya, pembelajaran menulis harus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah. Salah satunya adalah menulis teks argumentasi, yaitu