KEBUTUHAN ENERGI GIZI DALAM TUBUH TITAH NURUL LATHIFAH TAHAR Universitas Islam Negeri Alauddin Email : titahlathifahh@gmaill.com PENDAHULUAN Setiap manusia akan melalui tahapan atau siklus dalam periode kehidupannya. Siklus kehidupan manusia ini terdiri dari periode kehamilan, menyusui, masa bayi, masa anak-anak, masa remaja, masa dewasa dan masa lansia. Setiap periode dalam kehidupan tersebut diperlukan zat gizi untuk dapat hidup. Kebutuhan zat gizi setiap tahapan kehidupan akan selalu berbeda-beda. Agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan menunjang kehidupan setiap periode dengan baik, zat gizi harus dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan pada setiap tahapan. Bila kebutuhan zat gizi ini tidak terpenuhi maka akan dapat mengakibatkan berbagai penyakit dan tidak tercapainya tugas pertumbuhan dan perkembangan setiap siklus hidup dengan optimal. Misalnya pada periode bayi dan anak, sangat rentan dengan kekurangan zat gizi ini. Salah satu masalah kesejahteraan rakyat yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah masih tingginya angka kematian bayi, kematian balita, dan kematian ibu yang melahirkan. Penyebab langsung dari kematian tersebut adalah karena masih tingginya angka penyakit infeksi. Penyakit infeksi pada golongan berisiko ini disebabkan daya tahan tubuhnya untuk melawan infeksi sangat rendah, yang diakibatkan faktor kurang gizi. Oleh karena itu , tidak mengherankan jika banyak timbul berbagai penyakit infeksi tersebut juga disertai munculnya penyakit kekurangan gizi dalam bentuk gizi kurang dan gizi buruk. Antara infeksi dan kurang gizi terdapat kaitan timbal balik yang erat. Anak yang kurang gizi lebih mudah terkena infeksi karena daya tahan tubuh nya lemah. Sebaliknya, anak yang kena infeksi cenderung lebih cepat terkena penyakit kurang gizi. Perbaikan gizi masyarakat lebih difokuskan pada perbaikan gizi bayi dan anak balita yang merupakan salah satu indikator dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Masalah kesehatan lain yang kita hadapi adalah meningkatnya angka kematian orang dewasa karena penyakit jantung dan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Keduanya berkaitan erat dengan penyakit pembuluh darah lainnya, kegemukan, dan penyakit gula (diabetes millitus). Semua penyakit ini terkait dengan pola hidup yang tidak sehat, terutama tentang kebiasaan makan yang buruk, kurang olah raga, kebiasaan merokok, dan minuman alkohol. Upaya mencegah penyakit tersebut di atas dapat dilakukan dengan pendidikan perilaku hidup sehat, terutama dengan memahami dan mempraktikkan pedoman gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.