KESETIMBANGAN CAIR-CAIR SISTEM EUGENOL+ β-CARYOPHYLLENE + ETANOL + AIR PADA RENTANG TEMPERATUR 303K-323K Adi Kurnia 2306 100 016, Aditya Widyadhana 2306 100 021 Dr. Ir. Kuswandi, DEA Laboratorium Thermodinamika Teknik Kimia FTI-ITS PENDAHULUAN Minyak cengkeh tersusun dari 23 komponen yang berbeda dengan komponen utama yaitu Eugenol (>90%) dan β-Caryophyllene (<10%). Eugenol adalah komponen utama minyak cengkeh berupa cairan tidak berwarna, beraroma khas, dan mempunyai rasa pedas yang banyak dimanfaatkan dalam industri fragrance dan flavor karena memiliki aroma yang khas dan industri farmasi karena bersifat antiseptik. Sedangkan pada β-Caryophyllene adalah impuritis yang harus dihilangkan karena menurunkan kadar kemurnian minyak cengkeh (Ketaren,1998). Menurut standar USP (United States Pharmacopeia), untuk dapat diperdagangkan di perdagangan internasional, eugenol harus memiliki tingkat kemurnian lebih besar dari 98%. Selain itu, dengan naiknya kadar kemurnian eugenol maka harga jualnya juga semakin tinggi. Minyak cengkeh dengan kadar eugenol kurang dari 70% diperdagangkan dengan harga Rp 40.000,00/ liter di dalam negeri sedangkan yang berkadar 98% diperdagangkan dengan harga $ 35-40/liter (800-1000% lebih tinggi). Dalam berbagai industri kimia, banyak dijumpai proses yang memerlukan pemisahan campuran fluida baik biner maupun multikomponen menjadi komponen-komponen parsialnya. Proses pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: distilasi, absorbsi, stripping, ekstraksi dan lain lain. Untuk dapat merancang alat-alat tersebut diperlukan suatu data-data kualitatif tentang sifat kesetimbangan fase dari campuran fluida tertentu. Dengan adanya data kesetimbangan ini maka diharapkan dapat menjadi dasar perancangan alat ekstraksi sehingga di kemudian hari Indonesia dapat menciptakan teknologi berdaya saing tinggi untuk mengolah minyak cengkeh menjadi senyawa turunannya untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri dan serta menjadi decision maker perdagangan minyak cengkeh internasional bersama sumber daya alamnya yang melimpah METODOLOGI Secara garis besar penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan eksperimen pencampuran empat komponen yaitu Eugenol(1) + β-Caryophyllene(2) + etanol(3) + air(4), untuk mendapatkan sampel kesetimbangan cair-cair di fase organik dan fase aquos. Selanjutnya sampel-sampel fase organik dan fase aquos hasil eksperimen tersebut akan dianalisa dengan gas chromatography untuk mengetahui komposisi kesetimbangan fase. Langkah selanjutnya adalah memprediksi kesetimbangan berdasarkan korelasi model persamaan NRTL dan UNIQUAC. Peralatan yang digunakan pada penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1.