D-45 PENGARUH FRAGMENTASI PELEDAKAN TERHADAP DIGGING TIME OPTIMAL EXCAVATOR PC 3000 PADA PEMBONGKARAN LAPISAN OVERBURDER A-1 DI PIT BANGKO BARAT PT. BUKIT ASAM (Persero), Tbk Hardi Wahono 1 , Bonna Rosa Damayanti 2 , Esthi Kusdarini 3 Jurusan Teknik Pertambangan, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya 1,2,3 e-mail: wahonohardi@gmail.com ABSTRACT - ABSTRAK Kegiatan pembongkaran overburden di PT. Bukit Asam (Persero), Tbk dilakukan dengan kegiatan pemboran dan peledakan . Pada pit Banko Barat menggunakan peledakan retakan untuk melakukan pembongkaran pada lapisan overburden tersebut. Kendala Pada kondisi saat ini yaitu digging time yang kurang optimal yang diakibatkan dari hasil fragmentasi peledakan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang kembali geometri peledakan agar digging time optimal. Geometri aktual peledakan yang diterapkan menggunakan burden dan spasi 8 x 9 m, kedalaman lubang tembak 8,16 m serta powder factor 10,25 kg/m 3 . Berdasarkan analisi metode Kuz-Ram maka didapatkan boulder sebesar 16% 34,50%. Percobaan geometri alternative dilakukan untuk mengatasi masalah boulder yang dihasilkan pada peledakan aktual. Geometri alternative pertama dengan diameter 7,875 Inch , Burden 6 m , spasi 9 m, Kedalaman Lubang Ledak 9,5 m , Powder factor 0,215 Kg/Bcm. Menurut analisis metode Kuz-Ram menghasilkan boulder 0,00000002%. Geometri Alternatif kedua spasi 5 m, burden 5,50 m ,kedalaman lubang ledak 8,9 m, powder factor 0,723 Kg/Bcm. Menurut hasil analisis Metode Kuz-Ram menghasilkan bolder 0 %. Berdasarkan analisis terhadap kedua geometri tersebut maka penggunaan geometri alternative memiliki presentase distribusi boulder hasil peledakan 0%. Kata kunci : Digging Time, Geometri peledakan, Fragmentasi, Powder factor, Overburden PENDAHULUAN Salah satu tahapan kegiatan penambangan adalah pengupasan lapisan tanah penutup dengan cara pemboran dan peledakan. Selain alasan efektifitas kerja, peledakan juga lebih ekonomis bila dibandingan menggunakan peralatan mekanis. Salah satu lokasi tambangnya adalah Pit Banko Barat dengan jenis overburden A-1. Pemberaian overburden pada Pit tersebut dilakukan dengan menggunakan metode pemboran dan peledakan agar mempermudah pada saat penggalian (digging) oleh excavator Komatsu PC 3000 sehingga produktivitas alat tersebut tinggi. Pada intinya kegiatan pembongkaran overburden dengan drilling blasting bertujuan untuk mengejar target produksi yang telah ditetapkan. Digging time dihitung pada saat bucket menyentuh tanah sampai terisi penuh dan mulai terangkat. Parameter digging time tersebut sangat berpengaruh terhadap pencapaian target produksi serta dapat mengetahui apakah proses peledakan tersebut berhasil atau tidak. Produktivitas alat gali excavator Komatsu PC 3000 memiliki hubungan terbalik dengan digging time. Semakin kecil nilai digging time maka semakin besar produktivitas alat gali tersebut.Untuk kondisi aktual nilai geometri peledakan, hasil fragmentasi, powder factor dan digging time pada Pit Banko barat bersifat fluktuatif sehingga perlu dilakukan kajian terhadap nilai tersebut sehingga dapat diketahui nilai dari geometri peledakan dan jumlah PF yang lebih efektif dari setiap peledakan untuk menghasilkan ukuran fragmentasi serta nilai digging time rata-rata dari setiap peledakan yang diinginkan. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya