CESS (Journal of Computer Engineering System and Science) p-ISSN :2502-7131 Vol. 3 No. 2 Juli 2018 e-ISSN :2502-714x Page 134 Page | 134 RANCANG BANGUN PEMBAGIAN BANWIDTH DAN MONITORING JARINGAN MENGGUNAKAN METODE HTB DAN CACTI PADA JARINGAN INTERNET DI SMAN 1 HAMPARAN PERAK Dian Kurnia Universitas Pembangunan Panca Budi Jalan Jenderal Gatot Subroto KM 4.5, 20122 Kota Medan, Indonesia diankurnia68@dosen.pancabudi.ac.id Abstrak—Pada penelitian sekarang peneliti akan menerapkan pembagian bandwidth secara merata menggunakan metode HTB (Hierarchical Token Bucket) dimana metode ini dapat mengontrol penggunaan bandwidth terhadap link yang diberikan kepada setiap client yang terkoneksi pada jaringan tersebut. HTB memungkinkan penggunaan fisik link single untuk menampilkan multiple link dan untuk mengirimkan jenis traffic yang berbeda pada tampilan link yang berbeda. Dengan kata lain, HTB sangat berguna untuk membatasi rating download dan upload client. Dengan demikian client tidak dapat seenaknya menggunakan semua kapasitas bandwidth. merupakan solusi jaringan grafik lengkap yang dirancang untuk memanfaatkan kekuatan penyimpanan data RRDTool dan fungsi grafik. Cacti menyediakan poller cepat, canggih grafik template, beberapa metode akuisisi data, dan manajemen pengguna fitur luar kotak. Dari hasil penelitian implementasi tanpa limit HTB upload/download = 1,8 Mbps/11Mbps, implementasi menggunakan limit HTB upload/download yang disetting pada queue tree upload/download = 750k/750k dan hasil speedtestnya yaitu upload/download = 708k/714k. cacti dapat memonitoring beberapa situs yang di akses oleh user. Keywords— HTB, Cacti, Debian 7, routerboard I. PENDAHULUAN Monitoring jaringan komputer berfungsi sebagai tracker atau system pertama yang digunakan untuk mencari dimana permasalahan yang dialami suatu jaringan komputer apabila terjadi slow ataupun failing components yang disebabkan oleh berbagai macam hal seperti overloaded,crashed application server, web servers dan other systems, permasalahan koneksi network dan device, ataupun juga human error. Monitoring jaringan komputer di Sekolah SMAN 1 Hamparan Perak digunakan untuk memeriksa penggunaan application performance dan serverperformance. Selain itu, dengan adanya monitoring jaringan komputer, administrator juga dapat membuat sebuah database mengenai informasi- informasi penting yang bisa digunakan untuk perencanaan pengembangan jaringan di masa depan. Manajemen bandwidthUnsoed tipe PCQ (PerConnection Queue), yang bisa secara otomatis membagi traffic per-client berdasarkan jumlah user yang aktif. Namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadinya kebocoran bandwidth atau bandwidth-nya tidak secara real terbagi dengan adil. Oleh karena itu perlu diterapkan manajemen baru tanpa harus mengurangi kelebihan yang sudah ada, yaitu manajemen bandwidth tipe HTB (Hierarchical TokenBucket), yang menjamin pengguna jaringan mendapatkan bandwidth sesuai dengan yang telah didefinisikan, dan juga terdapat fungsi pembagian bandwidth yang adil di antara pengguna jaringan sehingga performansi jaringan tetap dapat terjaga. Metode Hierarchical Token Bucket (HTB) merupakan teknik antrian dengan unjuk kerja links sharing yang mendukung traffic priority dan juga peminjaman antar class.[1] Penelitian sebelumnya kurnia (2017), melakukan analisis beberapa metode management bandwidth yang dibandingkan satu sama lain, antara metode HTB, dimana metode HTB disimpulkan lebih baik dan lebih load balance dibandingkan dengan metode PCQ dan hotspot.[2] Peneliti yang lainnya Anis (2011), Peneliti mengimplementasi HTB dapat mengontrol throughput dari masing-masing klien, setiap klien dapat menggunakanbandwidth yang tidak sedang digunakan (idle) dan juga dapat digunakan untuk mengalokasikan bandwidth ,dimana bandwidth 1 Mbps dapat bagi menjadi 384 kbps, 512 kbps, 192 kbps dan 64 kbps serta menghasilkan transfer rate rata-rata 125 KB/s.[3] Peneliti selanjutnya dwi (2011), mengimplementasikan manajemen bandwidth teknik HTBdi router internet Unsoed terdiri dari 2 Global totalatauparent utama, yaitu Unsoed down danUnsoed up. 29 Global-in atau parent child downdan 29 Global-out atau parent child up yangmasing-masing parent ditentukan max-limitsebesar 17,5 Mbps.Hasil analisis t-tes independen sampel denganmelakukan perbandinganberdasarkan kepuasanpengguna internet antara manajemen bandwidthPCQ dan HTB dapat dilihat dari nilai rata-rata(mean), untuk browsing menggunakan HTBadalah 2,823 dan browsing menggunakan PCQ sebesar 2,79. Sedangkan nilai rata-rata untukdownload menggunakan HTB adalah