Jurnal Integrasi Proses Vol. 11, No. 2 (2022) 11 - 16 11 Submitted : 12 Juni 2022 Revised : 17 September 2022 Accepted : 1 Desember 2022 EKSTRAKSI KITIN DARI JAMUR TIRAM MENGGUNAKAN REAKTOR MICROWAVE Nufus Kanani 1,2,3* , Wardalia 1 , Widya Ernayati 1 , Endarto Yudo Wardhono 1 , Rahmayetty 1 , Muhammad Triyogo Adiwibowo 1 , Tazkia Nuraviari Adeliana 1 , Bimo Martino 1 1 Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Jendral Soedirman Km. 3, Cilegon, Provinsi Banten 2 Center of Excellence for Food Security (Local Food Innovation) University Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia 3 Applied Biomaterial and Product Engineering Laboratory, Center of Excellence, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Indonesia * Email: nufus.kanani@untirta.ac.id Abstrak Kitin adalah homopolimer yang tersusun dari N-acetyl d-glucosamine dan glucosamine yang terikat dengan β 1–4 glycosidic. Kitin umumnya diperoleh dari ekstraksi kulit udang melalui proses deproteinasi dan demineralisasi dengan tahapan proses yang lama dan panjang. Pada penelitian ini dilakukan isolasi kitin dari jamur tiram sebagai alternatif sumber bahan baku dengan bantuan reaktor microwave. Proses ekstraksi dilakukan pada variasi waktu antara 5-60 menit untuk memperoleh kadar protein yang optimum. Selanjutnya dilakukan variasi temperatur antara 50-80°C untuk memperoleh kadar kitin. Hasil perolehan kadar protein tertinggi didapatkan pada waktu reaksi selama 60 menit yaitu 99,91% dan kadar kitin tertinggi diperoleh pada temperatur 80°C dengan kadar kitin yang didapatkan sebesar 7,10%. Kata Kunci: Kitin, Jamur Tiram, Ekstraksi, Reaktor Microwave Abstract Chitin is a homopolymer comprising N-acetyl d-glucosamine and glucosamine linked by β 1–4 glycosidic. Chitin is generally obtained from shrimp shell extraction during a long process of deproteinization and demineralization. In this work, chitin is isolated from oyster mushrooms as the alternative source of chitin under microwave irradiation. These works were taken out the time reaction 5-60 minutes to determine the optimum level of proteins. The process continued with the temperature demand of 50-800°C to produce chitin. The result showed that the highest protein level was obtained at 99.91% on the reaction time of 60 minutes, and the temperature was at 800°C with the value of chitin obtained were 7.105%. Keywords: Chitin, Oyster Mushroom, Extraction, Microwave Reactor 1. PENDAHULUAN Kitin adalah homopolimer yang tersusun atas N- acetyl d-glucosamine dan glucosamine yang terikat dengan β 1–4 glycosidic (Parhi, 2020). Kitin umumnya diperoleh dari ekstraksi kulit udang, namun proses isolasi kitin dari kulit udang dilakukan melalui tahapan proses yang panjang mulai dari proses deproteinasi, demineralisasi, dan depigmentasi. Upaya terus dilakukan untuk memperoleh bahan baku alternatif penghasil kitin dengan menggunakan proses isolasi yang lebih sederhana, salah satunya menggunakan jamur tiram. Jamur merupakan organisme eukariotik yang memiliki inti dan organel. Jamur tersusun atas hifa yang berupa benang-benang sel tunggal panjang yang berkumpul membentuk miselium. Jamur sederhana terdiri atas sel tunggal yang hanya berupa benang- benang hifa saja, sedangkan jamur tingkat tinggi terdiri JURNAL INTEGRASI PROSES Website: http://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jip