1 J. Kedokt Meditek Volume 23, No. 63 Juli - September 2017 A r t i k e l P e n e l i t i a n Hubungan antara Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Deteksi Dini tentang Stroke di Universitas Kristen Krida Wacana Ineke Putri 1 , Rimawati Tedjasukmana 2 , Donna Mesina R. Pasaribu 3 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) 2 Staf Pengajar Bagian Ilmu Penyakit Saraf, Fakultas Kedokteran Ukrida 3 Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Ukrida, Jakarta, Indonesia Alamat Korespondensi: donna.pasaribu@ukrida.ac.id Abstrak Pada penelitian yang diterbitkan oleh American Academy of Neurology tahun 2014 dijelaskan ada 41% responden yang mengetahui tentang stroke. Penelitian ini ingin mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan deteksi dini stroke dengan metode Freamwork for Application of Systems Technology (FAST), merupakan penelitian kualitatif dengan desain cross sectional, sampel berjumlah 99 orang pegawai di Universitas Kristen Krida Wacana (UKRIDA) berumur antara 18 - 60 tahun dengan teknik stratified random sampling. Kuesioner dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini yang menduduki peringkat pertama adalah responden yang ber pendidikan terakhir SLTA dengan berpengetahuan baik yaitu 77,6%, dan posisi terendah diduduki oleh responden yang berpendidikan terakhir Sekolah Lanjut Tingkat Atas (SLTA) dengan berpengetahuan rendah yaitu sebesar 22,4%. Hasil analisis diperoleh signifikansi p = 0,711. Responden banyak yang menjawab mengetahui pertanyaan metode FAST bagian muka mencong (98,9%) tetapi sedikit menjawab mengetahui pada pertanyaan golden time (20,2%). Hasil penelitian ini diduduki peringkat atas oleh yang berpengetahuan baik dengan rentang umur 35-60 tahun (89,1%), berjenis kelamin laki-laki (77%), dan pada pekerjaan petugas kebersihan dan penjaga perpustakaan (79,2%). Disimpulkan, meskipun secara analisis statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan deteksi dini stroke, tetapi hasil penelitian ini menunjukkan orang dengan pendidikan SLTA memiliki pengetahuan yang lebih baik. Diharapkan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kegiatan promosi kesehatan deteksi dini stroke dan waktu penanganan stroke. Kata Kunci: stroke, pendidikan, metode FAST, pengetahuan, saraf The Relationship between Education Levels and Early Detection of Stroke at Krida Wacana Christian University Abstract Previous study published by the American Academy of Neurology in 2014 showed that there were 41% of respondents aware of stroke. The purpose of this study was to determine relationship between education levels and knowledge about early detection of stroke using the FAST method.This study was a qualitative research with a cross sectional design, The respondents were 99 workers in UKRIDA aged between 18 - 60 years selected using stratified random sampling technique. Data collection using questionnaires was analyzed with Chi-Square test. Results showed that there were 77.6% respondents of high school qualification who had good knowledge, whereas 22.4% of respondents from high school qualification had poor knowledge (p=0.711). Most of the respondents were aware of FAST method especially on the face paralysis (98,9%) but fewer respondents knew the golden time of stroke treatment (20.2%). Good knowledge of FAST was dominated by respondents from of 35-60