Analisa Kinerja Pelayanan Fasilitas Pendidikan Dasar| Ardiyanto M.G./Markus B./Muafi|Nurul Aini 69 ANALISIS KINERJA PELAYANAN FASILITAS PENDIDIKAN DASAR SEBAGAI INFRASTRUKTUR SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN NAGEKEO, NUSA TENGGARA TIMUR 1) Ardiyanto Maksimilianus Gai, 2) Markus Budiraharjo, 3) Muafi, 4) Nurul Aini 1) Prodi. Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Nasional Malang 2) Prodi. Bahasa Inggris,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 3) Prodi. Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta 4) Prodi Teknik Arsitektur, Universitas Merdeka Malang ABSTRAKSI Pentingnya pendidikan terhadap terbentukan SDM yang berkualitas harus diikuti dengan pengembangan kualitas pendidikan yang tersedia di setiap wilayah. Akan tetapi, hingga saat ini pengembangan pendidikan di Indonesia masih belum merata. Salah satu upaya pemerintah adalah mengeluarkan peraturan yang mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun. Kabupaten Nagekeo yang merupakan kabuten baru juga melakukan upaya pemerataan dan perluasan akses pendidikan. Kabupaten Nagekeo diarahkan pada penuntasan wajib belajar 9 tahun sebagai prioritas sampai Tahun 2033. Guna mencapai target penuntasan wajib belajar 9 tahun ini, harus diikuti dengan kualitas pelayanan pendidikan dasar (SD dan SMP) yang baik pula. Hal ini akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya minat masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan wajib belajar 9 tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pelayanan pendidikan dasar saat ini, baik SD dan SMP yang ada di Kabupaten Nagekeo. Analisis yang digunakan adalah analisis kepuasan masyarakat untuk mengetahu mutu pelayanan pendidikan. Analisis ini diproses menggunaka SPSS. Analisis selanjutnya adalah Analisis persepsi dan harapan masyarakat terhadap kinerja pelayanan pendidikan untuk memperbaiki mutu pendidikan di Kabupaten Nagekeo. Analisis ini dilakukan menggunakan metode IPA. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah mutu pelayanan SD dan SMP di Kabupaten Nagekeo berada pada kondisi kurang baik. Variabel pelayanan SD yang harus diperbaiki berdasarkan analisis IPA adalah persyaratan, produk spesifikasi pelayanan, maklumat pelayanan serta penanganan pengaduan, saran dan masukan. Sedangkan pada variabel pelayanan SMP yang perlu diperbaiki adalah persyaratan, prosedur pelayanan, biaya/tarif serta produk spesifikasi pelayanan. Kata Kunci: wajib belajar 9 tahun,pendidikan dasar,kinerja pelayanan, IPA brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Repository Universitas Sanata Dharma