INTEGRASI AYAT-AYAT AL-QURAN DALAM SELOKO ADAT JAMBI Kontekstualita, Vol. 30, No. 1, 2015 1 Integrasi Ayat-Ayat Al-Quran dalam Seloko Adat Jambi: Transformasi Dakwah Kultural Integration of Al-Quran Verses in Jambi’s Seloko: Cultural Dakwa Transformation Hasbullah Ahmad & Edi Amin Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Jl. Jambi-Ma. Bulian KM 16 Mendalo, Muaro Jambi Email: ediamin@yahoo.com Abstrak: Islam menyebar pada komunitas yang umumnya telah memiliki tradisi atau adat istiadat yang sudah berakar dan diwarisi secara turun temurun dari nenek moyang mereka. Islam ketika berhadapan dengan adat yang sudah mapan dituntut menunjukkan kearifannya (alHikmah), dan Islam dalam realitasnya mampu menampakkan kearifannya dengan pendekatan dakwah secara damai, bertahap, masuk ke dalam kebudayaan harian masyarakat. Penelitian ini menganalisa dan menampilkan integrasi ajaran Islam ke dalam adat istiadat masyarakat Melayu Jambi, terutama dalam pepatah adat yang disebut Seloko. Metode penelitian adalah analisa kandungan dan analisa relasi antara dua sumber, Al- Quran dan adat istiadat Jambi yang tertuang dalam seloko. Hasil penelitian memperlihatkan relasi yang kuat, bahkan terjadi integrasi seloko adat Jambi dengan Al-Quran. Dengan integrasi tersebut peluang dakwah Islam secara kultural di Jambi sangat terbuka lebar. Kata-kata kunci: Al-Quran, adat Jambi, dan dakwah kultural. Abstract: Islam spread in the community that generally has had a tradition or customs deeply rooted and hereditary inherited from their ancestors. Islam when dealing with an established custom prosecuted showed wisdom (alhikmah), and Islam in reality able to manifest his wisdom with the approach of preaching peacefully, gradually, into the daily culture of the community. The research objective is to explore and display the integration of Islam into the Malay community, especially Jambi malay, in the traditional maxim called Seloko. The research method is content analysis and the analysis on relation between the two sources, the Quran and customs Jambi contained in Seloko. The results showed a strong relationship, even integration between the Quran and indigenous Seloko Jambi. With the integration of culturally Islamic preaching opportunities in Jambi is wide open. Keywords: AlQuran, customs of Jambi, and cultural preaching. A. Pendahuluan Jargon yang sering terdengar “Al-Quran salih likulli zaman wa makan (relevan untuk setiap waktu dan tempat)” jargon inilah yang menjadi kode etik analisis dalam menafsirkan Al- Quran, maka suatu teks khususnya dalam teks Al-Quran tidak hanya diproduksi maknanya yang tersurat tapi juga yang tersirat, serta harus memproduksi makna baru yang produktif normatif seiring dan sejalan dengan latar belakang sosio kultural penafsirnya.