Seminar Nasional Sains dan Teknologi (Senastek) IV, Bali, Indonesia 2017 KARAKTERISTIK TINGKAT KEPARAHAN KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA MAKASSAR Hasmar Halim 1) , Sakti Adji Adisasmita 2) , Muhammad Isran Ramli 3) , Sumarni Hamid Aly 4) 1 Mahasiswa S3 Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Jl. Poros Malino, Borongloe, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92119, 08124180242, hasmar29@gmail.com 2 Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Jl. Poros Malino, Borongloe, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92119, 3 Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Jl. Poros Malino, Borongloe, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92119, 4 Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Jl. Poros Malino, Borongloe, Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92119, Abstrak Tingginya angka kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan transportasi di Kota Makassar. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tingkat keparahan kecelakaan lalu lintas di Kota Makassar. Dalam penelitian ini, data dihimpun oleh Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes Kota Makassar dari Januari 2012 hingga Desember 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 3.603 kasus kecelakaan dengan jumlah korban sebanyak 5.489 jiwa. Jumlah korban yang mengalami kategori meninggal 10,3%, luka berat 17,1%, luka ringan 72,6%. Dari keseluruhan korban kecelakaan, korban berjenis laki-laki, berusia dewasa, berpendidikan sekolah lanjutan atas, berperan sebagai pengemudi saat kecelakaan, tipe kecelakaan ganda dan bertabrakan dari arah samping merupakan variabel yang sangat dominan mempengaruhi tingkat keparahan akibat kecelakaan lalu lintas. Proporsi korban yang mengalami kecelakaan berjenis kelamin laki-laki 72,3%. Proporsi korban kecelakaan pada usia dewasa mencapai 52,9%. Sedangkan proporsi korban kecelakaan dengan jenjang pendidikan SMA merupakan proporsi yang tertinggi mencapai 55,7% dibandingkan dengan jenjeng pendidikan lainnya. Peran korban sebagai pengemudi memiliki probabilitas tertinggi mengalami luka ringan dengan risiko sebesar 62,6%. Untuk tipe kecelakaan, kecelakaan ganda memiliki proporsi yang tertinggi mencapai 72,4% sedangkan pada kategori jenis tabrakan proporsi tertinggi terjadi pada tabrakan dari arah samping dengan proporsi sebesar 53,6%. Kata Kunci: Karakteristik, Kecelakaan Lalu Lintas, Tingkat keparahan, Tipe kecelakaan, Tipe tubrukan 1. PENDAHULUAN Dengan segala perkembangan dan pertumbuhan transportasi di suatu daerah selain memberikan keuntungan juga memberikan dampak negatif. Dampak negatif dapat berupa kemacetan dan antrian tentunya akan menimbulkan kerugian yang besar pada pemakai jalan, terutama dalam hal pemborosan waktu dan rendahnya tingkat kenyamanan (Aly, 2012). Disamping itu dengan adanya peningkatan populasi kendaraan bermotor yang cukup tinggi pada kondisi lalu lintas heterogen di kota-kota besar khususnya di negara berkembang memberikan dampak terhadap penurunan kinerja jalan (Abulebu, et al., 2012). Dampak lain yang ditimbulkan adalah terhadap keselamatan lalu lintas yaitu kecelakaan pada jaringan jalan. (Hiselius, 2004) dan (Andriyati & Zain, 2013). World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mencatat kematian akibat penyakit tidak menular diperkirakan akan naik dari 28,1 juta tahun di 1990 akan mencapai 49,7 juta di tahun 2020 (peningkatan jumlah absolut dari 77%). kecelakaan lalu lintas jalan akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan ini. Menurut laporan itu, kecelakaan lalu lintas jalan yang diperkirakan akan bergerak dari tempat kesembilan untuk mengambil tempat ketiga dalam urutan peringkat dari beban penyakit pada tahun 2020 dan setiap tahun kejadian kecelakaan lalu lintas telah menyebabkan rata- rata 1,24 juta jiwa meninggal dunia serta 50 juta jiwa mengalami luka-luka dan cacat tetap (Murray, 1996). Di Indonesia, meningkatnya jumlah kendaraan dan kesalahan manusia menjadi faktor utama dalam peningkatan dalam kecelakaan lalu lintas. Data dari Kepolisian menunjukkan bahwa pada tahun 2011, ada 109.776 kecelakaan menyebabkan kematian 31.185 orang, sedangkan pada tahun 2012