SOSIOHUMANIKA: Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan,
Volume 12(2), November 2019
© 2019 Minda Masagi Press owned by ASPENSI in Bandung, West Java, Indonesia
p-ISSN 1979-0112, e-ISSN 2622-6855, and www.journals.mindamas.com/index.php/sosiohumanika
105
MAMAN SUTIRMAN, KUNTO SOFIANTO & AGUS NERO SOFYAN
Respons Jemaat Ahmadiyah Indonesia
terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta Kajian
dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam
RESUME: Penelitian ini membahas alasan fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang menyatakan bahwa JAI (Jemaat
Ahmadiyah Indonesia) merupakan jamaah di luar Islam yang sesat. Alasan itu, terutama berkenaan dengan Al-Masih
dan Al-Mahdi, Wahyu, serta Kenabian. Selain itu, juga LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) di Jakarta
telah menyampaikan ketidakpuasan tentang JAI kepada Ketua MA RI (Mahkamah Agung Republik Indonesia), pada
10 Juni 1994. Keberatan itu, terutama bahwa Ahmadiyah mempunyai “Nabi” dan “Rasul” sendiri; kitab suci sendiri;
tanggal, bulan, dan tahun sendiri; tempat untuk Haji sendiri; serta Khalifah sendiri. Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu: heuristik, kritik, interpretasi, dan
historiograf. Selain itu, penulis menggunakan pendekatan bantuan dari ilmu-ilmu sosial yang erat hubungannya
dengan ilmu sejarah, terutama ilmu politik, sosiologi, dan antropologi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan
bahwa meskipun ada tuduhan keliru dari kedua lembaga Islam tersebut, yakni MUI dan LPPI, para anggota JAI tetap
pada pendiriannya bahwa Ahmadiyah merupakan faham yang benar, yang sesuai dengan keyakinannya. Para anggota
Jemaat Ahmadiyah pun menyadari bahwa selain banyak masyarakat Muslim yang menentang, banyak pula masyarakat
Muslim lain yang tidak menentang, atau bahkan mendukung adanya Ahmadiyah di Indonesia.
KATA KUNCI: Lembaga-lembaga Islam; Ahmadiyah di Indonesia; Fatwa Islam; Sesat.
ABSTRACT: “Response of the Indonesian Ahmadiyya Community to the Fatwa of the Indonesian Ulema Council and
Studies from the Islamic and Research Institute”. This study discusses the reasons for the MUI (Indonesian Ulema
Council) fatwa stating that JAI (Indonesian Ahmadiyya Community) is a worshiper outside of a heretical Islam. That
reason, especially concerning the Messiah and Al-Mahdi, Revelation, and Prophethood. Besides that, the LPPI (Islamic
and Research Institute) in Jakarta also expressed dissatisfaction about the Ahmadiyya teachings to the Chair of the
Supreme Court of Indonesia, on June 10, 1994. The objection, especially that Ahmadiyya has its own “Prophet” and
“Apostle”; holy book; date, month, and year; the place for the Hajj itself; and the Caliph himself. The research method
used in this study is a historical method consisting of four stages, namely: heuristics, criticism, interpretation, and
historiography. In addition, the authors used a help approach from the social sciences that are closely related to history,
especially political science, sociology, and anthropology. The conclusion of this study shows that even though there were
false accusations from the two Islamic institutions, namely MUI and LPPI, the JAI members remained in their position
that the Ahmadiyya was a true understanding that was in accordance with their beliefs. The members of the JAI also
realized that besides many Muslim communities who opposed it, there were also many other Muslim communities who
did not oppose, or even support the existence of Ahmadiyah in Indonesia.
KEY WORD: Islamic Institutions; Ahmadiyah in Indonesia; Islamic Fatwa; Heretical.
About the Authors: Maman Sutirman, M.Hum. adalah Dosen Senior pada Program Studi Bahasa Arab FIB UNPAD (Fakultas
Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran) Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Kunto Sofanto, Ph.D. adalah Dosen Senior pada
Program Studi Sejarah FIB UNPAD Bandung. Dr. Agus Nero Sofyan adalah Dosen Senior pada Program Studi Sastra Indonesia
FIB UNPAD Bandung. Untuk kepentingan akademik, para Penulis bisa dihubungi dengan alamat emel: sutirman@unpad.ac.id,
kunto.sofanto@unpad.ac.id, dan agus.nero@unpad.ac.id
Suggested Citation: Sutirman, Maman, Kunto Sofanto & Agus Nero Sofyan. (2019). “Respons Jemaat Ahmadiyah Indonesia
terhadap Fatwa Majelis Ulama Indonesia serta Kajian dari Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam” in SOSIOHUMANIKA:
Jurnal Pendidikan Sains Sosial dan Kemanusiaan, Volume 12(2), November, pp.105-120. Bandung, Indonesia: Minda Masagi Press
owned by ASPENSI with ISSN 1979-0112 (print) and ISSN 2622-6855 (online).
Article Timeline: Accepted (August 17, 2019); Revised (October 28, 2019); and Published (November 30, 2019).