Jurnal TECHNOBIZ Vol. 3, No. 2, 2019, 8-13. ISSN 2655-3457 8 DETERMINAN NILAI PERUSAHAAN: APAKAH PERAN PENGUNGKAPAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL? Citra Lutfia 1) , Widi Hidayat 2) , Frida Fanani Rohma 3) 1) Program Studi Magister Akuntansi, Universitas Airlangga, Jl. Airlangga No.4-6, Surabaya 2) Jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga, Jl. Airlangga No.4-6, Surabaya 3) Jurusan Akuntansi, Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Telang, PO-BOX 2 Kamal, Bangkalan Email : lutfia.thatha@gmail.com 1) h.widi.h@gmail.com 2) frida.frohma@trunojoyo.ac.id 3) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengungkapan tanggungjawab sosial perusahaan dalam memediasi hubungan antara manajemen laba, tata kelola perusahaan dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan data perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen laba, kepemilikan manajerial, tata kelola perusahaan dan kinerja keuangan tidak berdampak terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadinya manajemen laba tidak dapat memicu reaksi pasar. Menariknya, tidak ditemukannnya hubungan tata kelola mengindikasikan bahwa dimungkinkan terjadi asimetri informasi yang menyebabkan pemilik saham institusional tidak puas atas kinerja manajerial, sehingga memutuskan untuk menjual sahamnya ke pasar dan berdampak pada penurunan nilai perusahaan. Perlu digarisbawahi bahwa tendensi pelaporan tanggung jawab sosial masih rendah serta dimungkinkan adanya cenderung pengungkapan tanggungjawab sosial sebagai strategi jangka pendek bukan jangka panjang perusahaan. Kata kunci: manajemen laba, tata kelola perusahaan, kinerja keuangan, tanggungjawab sosial, nilai perusahaan PENDAHULUAN Pemerintah telah mewajibkan pelaksanaan pengungkapan tanggungjawab sosial bagi perusahaan, meskipun disclosure atas pengungkapan tanggungjawab sosial masih bersifat sukarela. Namun, pada laporan keuangan dimana terdapat standar-standar yang dapat dipilih untuk digunakan, hal ini dapat menimbulkan tindakan yang dengan sengaja dapat menguntungkan pihak tertentu. Pada dasarnya manajer melakukan manajemen laba untuk meningkatkan nilai perusahaan [11]. Perusahaan yang melakukan manajemen laba memiliki insentif untuk memperbanyak kegiatan pengungkapan tanggungjawab sosial dengan motif untuk menutupi manajemen laba. [15] menunjukkan bahwa 593 perusahaan dari 26 negara di dunia melakukan kegiatan pengungkapan tanggungjawab sosial dengan motivasi untuk menutupi manajemen laba. Mekanisme corporate governance mempengaruhi nilai perusahaan. sistem pengelolaan perusahaan yang dirancang untuk meningkatkan kinerja perusahaan [24], melindungi kepentingan stakeholders dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan serta nilai-nilai etika yang berlaku secara umum [25]. Tata kelola perusahaan yang baik adalah mewujudkan tanggungjawab sosial [12]. Hal ini sejalan dengan Menteri koordinator perekonomian Dr. Boediono (Republika, 2006) mengatakan, pengungkapan tanggungjawab sosial merupakan elemen prinsip dalam tata laksana kemasyarakatan yang baik. Bukan hanya bertujuan memberi nilai tambah bagi para pemegang saham. Sehubungan dengan laporan keuangan tahunan, laporan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana kinerja perusahaan dalam satu periode tertentu. Setiap perusahaan akan berusaha meningkatkan kinerja keuangannya, karena berharap dengan kinerja keuangan yang baik maka nilai perusahaan akan meningkat sehingga akan diminati oleh investor [4]. Pengungkapan tanggungjawab sosial juga erat kaitannya dengan nilai perusahaan apabila perusahaan memiliki kinerja lingkungan dan sosial yang baik maka akan direspon positif oleh investor [2]. Melalui analisis profitabilitas perusahaan maka investor dapat menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Pengungkapan tanggungjawab sosial dapat digunakan sebagai alat untuk memberikan sinyal yang akan mengalihkan perhatian stakeholders dari isu-isu yang bisa membuat manajer dihukum [20]. Salah satu penentu untuk mengetahui suatu perusahaan melakukan manajemen laba adalah dengan melihat kebijakan pengungkapan informasi perusahaan tersebut. Kebijakan yang mengatur syarat minimum dalam melakukan pengungkapan informasi memegang peranan penting bagi kemampuan perusahaan untuk mengatur laba. Terdapat hubungan yang positif antara manajemen laba dengan pengungkapan tanggungjawab sosial [20]. Berdasarkan penjelasan di atas maka hipotesis yang dapat dirumuskan sebagai berikut: H1 : Manajemen laba berpengaruh terhadap pengungkapan tanggungjawab sosial.