Solusi, Vol. 9 No. 18, Maret - Mei 2011 : 1 - 19 LPPM Universitas Singaperbangsa Karawang 1 PERANCANGAN TATA LETAK PROYEKTOR YANG ERGONOMIS PADA RUANG KULIAH UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Oleh : Sukanta, ST., MT Winarno ABSTRAK Proses pembelajaran yang lebih efektif dalam suatu ruang belajar adalah harus didukung oleh sarana- sarana proses pembelajaran yang lengkap. Salah satu sarana proses pembelajaran adalah proyektor yang ditempatkan pada ruang kelas yang permanen agar proses pengoperasianya lebih sederhana dan mengurangi tingkat resiko terhadap kerusakan proyektor. Untuk pemasangan dan instalasi proyektor yang ergonomis bagi pengguna, maka diperlukan suatu kajian agar hasil penempatan (tata letak) dan instalasi proyektor nyaman bagi penggunanya. Hasil kajian melalui perancangan tata letak proyektor yang ergonomis dibutuhkan data-data dan analisa tentang tinggi mata duduk (TMD), tinggi mata berdiri (TMB) dan jangkauan tangan ke atas (JTA) dengan sampel masing-masing hasil pengukuran 200 data. Hasil pengujian keseragaman, kenormalan dan kecukupan data untuk masing-masing variable tersebut sudah cukup. Kemudian dilakukan uji persentil 5 (P5), persentil 50 (P50) dan persentil 95 (P95) dengan hasil yang optimal dari semua hasil ukuran dengan ketinggian stop kontak 153,71 cm dari lantai, ketinggian proyektor 233.15 cm dari lantai, ketinggian layar display/screen 130.89 cm dari lantai, Jarak proyektor ke screen disesuaikan dengan spesifikasi proyektor yang 196 cm dan tegak lurus menghadap screen dan jarak atap dengan proyektor 110 cm. Kata kunci : tata letak proyektor, ergonomis, PENDAHULUAN Latar Belakang Ruang kelas yang ergonomis merupakan faktor penting dalam menciptakan proses belajar mengajar agar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Suatu ruang kelas biasanya terdiri dari sarana fisik dan nonfisik. Sarana fisik terdiri dari kursi kuliah, papan tulis, AC, bahkan ruang kuliah yang sudah maju dilengkapi dengan proyektor dan layar display untuk meningkatkan proses transfer ilmu dan pengetahuan dari dosen kepada para mahasiswanyav lebih efektif. Sedangkan sarana nonfisik seperti suasanan perkuliahan, pencahayaaan, kebisingan, kegaduhan, temperatur dan lain juga mempengaruhi nuansa proses belajar yang efektif. Sarana-sarana tersebut yang paling berpengaruh adalah sarana fisik , sarana fisik tidak hanya sekedar ada di dalam ruang kuliah tetapi harus ditata sedemikian rupa sehingga menimbulkan suasana proses belajar yang nyaman. Saat ini Universitas Singaperbangsa Karawang sedang membangun ruang kuliah bersama, dimana ruang-ruang kuliah dari berbagai fakultas memiliki ruang kuliah pada gedung yang sama (gedung baru), sedangkan ruang kuliah sebelumnya masih terkelompokan sesuai yang dimiliki oleh masing-masing fakultas. Ruang-ruang kuliah tersebut masih sebagian kecil menggunakan proyektor secara permanaen. Ruang kuliah yang sudah dipasang proyektor secara permanen seperti di ruang kuliah Pasca sarjana, fakultas ekonomi, fakultas hukum dan fakultas pertanian dan sebagian fakultas lain. Dalam pemasangan/instalasi proyektor dan layar display tersebut setiap fakultas saat ini belum