Seminar Ilmiah Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi (SISIMA) 2021 Vol 1, No 1, 2021, 33-42 https://doi.org/10.35912/sisima.v1i1.4 Seminar Ilmiah Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi (SISIMA) 2021 33 SISTEM AKUNTANSI INTERNAL CONTROL ATAS PIUTANG FPD (1-6) (STUDI KASUS PT. COLUMBUS MULTI SARANA) CABANG CIREBON Suwandi 1 ,Turini 2 , Lena Magdalena 3 Universitas Catur Insan Cendekia 1 Universitas Catur Insan Cendekia 2 Universitas Catur Insan Cendekia 3 suwandi@cic.ac.id, turini@cic.ac.id, lena.magdalena@cic.ac.id Abstract PT.Columbus Multi Sarana is a multinational company engaged in the financing of electronic and furniture products. In terms of managing consumer receivables, PT.Columbus Multi Sarana carries out strict internal control by empowering competent employees in their respective fields. The purpose of this study was to analyze the internal control accounting system for accounts receivable. The receivables that the author discusses specifically for installments 1 to 6, better known as FPD 1-6 (First Payment Default). The author uses a descriptive research method, which is a method that describes the characteristics of the research population or the phenomenon under study, where the main focus is the object under study. The results of the research conducted by the author is where the internal control of receivables (especially FPD 1-6) at PT.Columbus Multi Sarana Cirebon Branch has been carried out since an early age, so that the consumer payment pattern is formed from the initial installment (FPD 1- 6). As a result, consumers are accustomed to making credit installment payments according to the due date and on time. This tight control of receivables from the outset can result in the risk of bad credit being minimized. Keywords: System, Accounting, Internal Control, Accounts Receivable, Credit Risk 1. Pendahuluan Objek penelitian yang penulis lakukan adalah PT. Columbus Multi Sarana Cabang Cirebon, perusahaan ini bergerak di bidang kredit peralatan rumah tangga (elektronik, furniture, dan lain-lain). Jangka waktu kredit (tenor) yang diberikan adalah mulai dari 12, 15, 18 sampai maksimal 24 bulan. Semakin lama tenor yang diberikan, maka risiko kredit macet ke depannya juga semakin besar. Masalah yang ditemukan penulis saat melakukan penelitian ini adalah adanya konsumen atau nasabah yang belum melakukan pembayaran atau cicilan di angsuran awal (FPD 1-6), sehingga sangat berisiko menjadi kredit macet. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penanganan piutang pada objek penelitian, khususnya angsuran ke-1 sampai dengan angsuran ke-6. Hasil dari penelitian ini adalah dengan dilakukannya penanganan piutang secara ketat sejak awal, dapat meminimalisasi tingkat tunggakan atau kredit macet, sehingga kinerja perusahaan di bidang penagihan dapat meningkat. Jika kinerja meningkat, secara otomatis kinerja keuangannya juga akan menunjukkan tingkat profitabilias yang tinggi. Perusahaan sejenis di bidang kredit (di Kota Cirebon) ini cukup banyak. Hal ini membuat PT. Columbus Mutlisarana harus bekerja extra untuk mendapatkan calon nasabah. Mendapatkan nasabah / konsumen yang ingin melakukan kredit harus dilakukan secara ekstra hati-hati, mengingat risiko kredit macet cukup tinggi. Dengan demikian harus ada kerjasama yang solid antara tim marketing (tenaga penjual) dan tim collection (tenaga penagih) di lapangan. Karena jika mereka hanya memikirkan bidangnya saja otomatis visi dan misi perusahaan tidak akan tercapai. Perusahaan memiliki visi yaitu mencapai target penjualan dan penagihan setiap bulannya sesuai target yang telah ditetapkan. Target penjualan minimal tercapai 100%, target penagihan tertagih minimal 95%. Dengan adanya target yang harus dicapai setiap