51 STRATEGI PEMBELAJARAN KEMAHIRAN MENULIS BAGI PESERTA DIDIK TUNANETRA Abdal Chaqil Harimi Dosen Jurusan Pendidkan Bahasa Arab IAIN Purwokerto abdal@iainpurwokerto@ac.id Abstrak: Demi terwujudnya pembelajaran yang inklusif bagi peserta didik yang memiliki keterbatasan seperti peserta didik tunanetra, seorang guru hendaknya memiliki variasi pembelajaran yang dapat membuat mereka untuk lebih mudah dalam mempelajari bahasa Arab. Sebagaimana dengan bahasa lainnya bahasa Arab juga memiliki empat kemahiran di dalamnya yang harus dikuasai oleh pebelajar bahasa. Salah satu kemahiran tersebut adalah kemahiran menulis. Peserta didik tunanetra memiliki keterbatasan dalam hal penglihatan. Oleh karena itu perlu modifikasi pembelajaran kemahiran membaca bagi peserta didik tunanetra, seperti pengenalan huruf-huruf braille Arab secara dini, pengenalan keybord komputer atau laptop dengan baik, serta modifikasi pembelajaran tahap-tahap penulisan bahasa Arab. Kata Kunci: Kemahiran, menulis, Tunanetra Pendahuluan Pembelajaran bahasa yang dilakukan secara komprehensif, baik bahasa pertama maupun bahasa kedua atau bahasa Asing ditujukan agar pebelajar dapat menguasai kemahiran-kemahiran berbahasa. Pada umumnya semua pakar pembelajaran bahasa sepakat bahwa keterampilan dan kemahiran berbahasa tersebut terbagi menjadi empat. keterampilan tersebut adalah keterampilan menyimak (maharah al istima’), keterampilan berbicara (maharah al kalam), keterampilan membaca (maharah al qira’ah), dan keterampilan menulis (maharah al kitabah). ( Ulin Nuha , 2016:74) Keterampilan menyimak dan membaca dikategorikan ke dalam keterampilan reseptif (al maharah al istiqbaliyyah/receptive skills), sedangkan keterampilan berbicara dan menulis dikategorikan ke dalam keterampilan produktif (al maharah al intajiyah/productive skills). (Acep Hermawan, 2014: 129). Dengan empat kemahiran tersebut peserta didik diharapkan dapat menguasai keterampilan-keterampilan bahasa baik aktif maupun pasif. Strategi pembelajaran merupakan sesuatu yang sangat penting dalam proses pembelajaran kemahiran bahasa Arab. Seorang pendidik dituntut untuk menggunakan strategi yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif. Penggunaan strategi pembelajaran ini akan sangat berguna ketika menghadapi berbagai peserta didik yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Pengetahuan seorang pendidik mengenai perbedaan peserta didiknya sangatlah penting. Karena dengan hasil identifikasi yang dilakukan oleh seorang pendidik, nantinya akan digunakan sebagai acuan ketika memilih strategi yang tepat di kelas. Perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh peserta didik dapat berupa perbedaan sosial, perbedaan geografis, perbedaan (kemampuan) fisik seperti peserta didik tunanetra. Menurut koestler orang dikatakan tunanetra jika ketajaman penglihatan pusat 20/200 atau kurang pada bagian mata yang lebih baik dengan kacamata koreksi atau ketajaman penglihatan pusat lebih dari 20/200 jika terjadi penurunan ruang penglihatan sampai tingkat tertentu sehingga diameter terlebar dari ruang penglihatan membentuk sudut yang besarnya tidak lebih dari 20 derajat pada bagian mata yang lebih baik.( J. David