| 9 Diksa, Vol 1, No. 2, Desember 2015 PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA DENGAN METODE BERMAIN PERAN (ROLE PLAY) SISWA KELAS XII IPS 1 MAN MANNA BENGKULU SELATAN Hindun Muslimah hindunmuslimah@gmail.com ABSTRACT Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kualitasproses pembelajaran dan kemampuan berbicara dengan metode bermain peran (role play) siswa kelas XII IPS1 MAN Manna Bengkulu Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap pengamatan, dan (4) tahap repleksi dan seterusnya sampai perbaikan dan peningkatan dapat tercapai. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar pengamatan aktivitas siswa, wawancara, dan tes belajar siswa. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa metode bermain peran (role play) dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan kemampuan berbicara pada siswa kelas XII IPS 1 MAN Manna Bengkulu Selatan tahun pelajaran 2014-2015 . Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya presentase sikap siswa pada minat, keaktifan, kerja sama dan sikap pada siklus I 93,75% , pada siklus II menjadi 96,88%. Kemampuan berbicara pada siklus I rata rata kelas 69,09%, setelah tindakan pada siklus II meningkat menjadi 80,41%. Kata Kunci: Kemampuan Berbicara, Role Play Pendahuluan Hampir semua orang menganggap mudah untuk berbicara atau berkomunikasi secara lisan, tetapi tidak semua orang memiliki keterampilan untuk berbicara secara baik dan benar. Oleh karena itu, pembelajaran keterampilan berbicara seharusnya mendapat perhatian dalam pembelajaran bahasa di pendidikan formal khususnya di tingkat sekolah menengah atas atau yang sederajat. Keterampilan berbicara penting diajarkan karena dengan keterampilan itu seorang siswa mampu mengembangkan kemampuan berfikir, membaca, menulis dan menyimak. Keterampilan berbicara di MAN Manna terlihat masih kurang diperhatikan. Berdasarkan dokumentasi nilai praktik pembelajaran berbicara, masih banyak siswa yang belum mencapai nilai standar ketuntasan minimal. Terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi masalah rendahnya keterampilan berbicara pada siswa diantaranya adalah (1) siswa kurang berminat dan termotivasi dalam kegiatan berbicara (2) sikap siswa terlihat tegang dan kurang rileks. Siswa masih merasa malu ketika berbicara didepan kelas,hal ini mempengaruhi tuturan siswa (3) kurangnya latihan ketrampilan berbicara yang diterapkan dalam pembelajaran. Keadaan ini menyebabkan siswa tidak