Konsep Dasar Konseling Individual: Panduan untuk Praktik Efektif Tuti Wantu, Usnur Cahyati, Siska, Hardiyanti Saleh 1 Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia PENDAHULUAN Konseling individual adalah proses di mana seorang konselor bekerja satu- satu dengan klien untuk membantu mereka mengatasi masalah pribadi, emosional, atau psikologis. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional klien, serta membantu mereka mencapai tujuan pribadi yang positif. Artikel ini akan membahas konsep dasar konseling individual, prinsip-prinsip yang mendasarinya, serta teknik dan pendekatan yang digunakan untuk menciptakan sesi konseling yang efektif. Proses konseling individual merupakan relasi antara konselor dengan klien dengan tujuan agar dapat mencapai tujuan klien. Tanggung jawab konselor dalam proses konseling ini adalah mendorong untuk mengembangkan potensi klien agar mampu bekerja efektif, produktif dan menjadi individu mandiri yang beriman dan bertaqwa sehingga klien menjadi manusia yang seimbang antara pengembangan intelektual yang menunjang tumbuhnya. Konsep Dasar Konseling Individual Menurut Syamsu Yusuf (Istati, 2021) mengatakan bahwa konseling individual adalah sebagai hubungan tatap muka antara konselor dengan konseli, dimana konselor sebagai seseorang yang memiliki kompetensi khusus memberikan suatu situasi belajar kepada konseli sebagai seorang yang normal, konseli dibantu untuk mengetahui dirinya, situasi yang dihadapi dan masa depan sehingga konseli dapat menggunakan potensinya untuk mencapai kebahagiaan pribadi maupun sosial, dan lebih lanjut konseli dapat belajar tentang bagaimana memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan di masa depan. Menurut Willis (Haola, dkk, 2018) Konseling individual mempunyai makna spesifik dalam arti pertemuan konselor dan konseli secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan