Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi Vol. 4 No. 6, Desember 2021 P-ISSN 2620-8342 E-ISSN 2621-3052 Copyright © Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI ) 528 Implementasi Agile Scrum Dengan Menggunakan Trello Sebagai Manajemen Proyek Di PT Andromedia Afrisco Ardytia Febrian Amarta 1* , Indra Gita Anugrah 2 1,2 Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatera No. 101, Gresik 61121 Corresponding author‘s e-mail: afriscoardytia@gmail.com 1 , indragitaanugrah@umg.ac.id 2 Abstrak Pengembangan software erat kaitannya dengan rangkaian proses SDLC (Software Development Lifecycle). Dalam penerapan SDLC ada beberapa metodologi yang bisa diterapkan seperti waterfall dan agile. Waterfall merupakan suatu metodologi yang tahapan-tahapannya dilakukan secara berurutan. Hal ini menjadi sebuah kendala di metode waterfall jika terdapat perubahan requirement atau kebutuhan di tengah proses pengembangan. Berbeda dengan agile dimana tahapan-tahapannya dilakukan secara iteratif atau berulang. Namun dalam penerapannya membutuhkan kerangka kerja yang mendukung konsep agile, salah satunya adalah scrum. Dalam penerapan agile scrum membutuhkan alat yang bisa berfungsi sebagai kolaborasi antar anggota tim serta pencatatan manajemen proyek. Salah satu alat yang bisa digunakan adalah trello. Kata kunci: SDLC, Agile, Scrum, Trello, Manajemen Proyek Abstract Software development is closely related to the SDLC (Software Development Lifecycle) process chain. Several methodologies can be applied in implementing the SDLC, such as waterfall and agile. The waterfall is a methodology whose stages are carried out sequentially. This becomes an obstacle in the waterfall method if there is a change in needs or needs in the middle of the development process. In contrast to agile where the stages are carried out iteratively or repeatedly. However, its implementation requires a framework that supports agile concepts, one of which is scrum. In implementing agile scrum, you need a tool that can work as a collaboration between team members and project management records. One tool that can be used is Trello. Keyword : SDLC, Agile, Scrum, Trello, Manajemen Proyek 1. Pendahuluan Pengembangan sebuah software atau aplikasi erat kaitannya dengan rangkaian proses SDLC (Software Development Lifecycle). SDLC merupakan siklus hidup pengembangan sebuah sistem[1]. SDLC secara umum mempunyai beberapa tahapan yaitu analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, testing, perilisan dan pemeliharaan. Dalam penerapan SDLC terdapat beberapa metodologi yang bisa diterapkan, diantaranya adalah waterfall dan agile[2]. Metode waterfall memiliki tahapan-tahapan yang di implementasikan secara berurutan, artinya sebuah tahapan tidak bisa dilakukan sebelum tahapan sebelumya selesai[3]. Ini menjadi sebuah kelemahan metode waterfall jika terdapat perubahan requirement atau kebutuhan disaat rangkaian proses pengembangan software sudah berjalan. Jika itu terjadi maka rangkaian proses akan dimulai dari awal kembali mengikuti konsep metode waterfall yang berurutan[4]. Hal ini akan menghambat proses development software secara kesuluruhan. Berbeda dengan konsep metode waterfall, agile berbasis pada iterative dan incremental model[5]. Agile memisahkan siklus hidup pengembangan proyek menjadi sprint yang artinya disisi lain dapat dilihat sebagai kumpulan dari proyek kecil yang berbeda. Metode agile cukup fleksibel dan memungkinkan untuk membuat perubahan pada persyaratan, bahkan setelah perencanaan awal selesai[6]. Oleh karena itu metode agile dapat mengembangkan perangkat lunak yang memiliki requirement yang mudah berubah dengan cepat. Namun, agile hanyalah sebuah metode yang berisi sebuah prinsip untuk mewujudkan penyelesaian masalah secara adaptif, maka dari itu dibutuhkanlah sebuah kerangka kerja yang membuat prinsip agile tersebut berwujud menjadi langkah-langkah, hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja scrum[7]. Hal yang penting di dalam scrum adalah sprint. Sprint ialah kegiatan yang memiliki durasi maksimal 30 hari yang terdiri dari beberapa aktifitas yaitu, sprint planning, daily scrum, sprint review dan sprint retrospective[8]. Agar aktifitas tersebut berjalan lancar dibutuhkanlah sebuah alat untuk kolaborasi tim, salah satu yang bisa mengakomodir itu adalah trello. Trello juga bisa berfungsi sebagai alat manajemen proyek di dalam metode agile scrum ini seperti pencatatan product backlog, sprint backlog dll. Penerapan metode agile scrum ini sesuai dengan kebutuhan PT Andromedia jika mengerjakan proyek yang requirement atau kebutuhannya bisa berubah dengan cepat pada saat proses pengembangan software sudah berjalan. PT Andromedia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang IT Consultant, dimana hal yang sering dilakukan adalah membuat software atau perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan klien. Tentunya