KAJIAN BUKU SUHARTO: PAGOEJOEBAN PASOENDAN 1927-1942 (Profil Pergerakan Etno-Nasionalis) Rifa Shania Ramdhani Program Studi Pendidikan Sejarah, Sekolah Pascasarjana Unuversitas Pendidikan Indonesia Email: rifashania@gmail.com PENDAHULUAN Lahirnya Boedi Oetomo (BO) Pada tanggal 20 Mei 1908 menjadi hari lahirnya gerakan nasional di Indonesia. Sejak itu mulai ababk baru bagi perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai tujuannya yaitu tujuan bangsa, kelahiran BO merangsang berdironya organisasi- organisasi lain. Tahun 1913 di Jakarta berdirilah organisasi kedaerah yaitu Pagoejoeban Pasoendan, sampai tahun 1920-an gerakan nasional di Indonesia masih diwarnai oleh organisasi-organisasi yang bersifat etnis (kedaerahan). Paguyuban Pasundan (Pagoejoeban Pasoendan) merupakan sebuah organisasi yang berdiri berdasarkan Etnis, bahasa, dan kebudayaan, organisasi Paguyuban Pasundan ini didirikan oleh etnis Sunda yang bermukim di Batavia. Sebelum organisasi Paguyuban Pasundan muncul orang-orang Sunda tergabung dalam organisasi Budi Utomo, namun setelah Organisasi Pasundan berdiri pada tahun 1913 orang Sunda masuk menjadi anggota baru organisasi ini. Buku yang ditulis oleh Suharto ini di fokuskan pada Organisasi Pagoejoeban Pasoendan yang di batasi mulai dari tahun 1927-1942, dimana pada tahun 1927 Pagoejoeban pasundan yang merupakan organisasi etnonasionalis menjadi perkumpulan yang berbawawasan nasional, yaitu mulai bergabung dengan Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) dan diakhiri tahun 1942 bersamaan dengan berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda karena setelah itu organisasi-organisasi tersebut dibubarkan oleh pemerintah kependudukan Jepang. METODE Metode penelitian adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan. Metode penelitian perlu dibedakan dari teknik