JURNAL ILMIAH CORE IT e-ISSN: 2548-3528 p-ISSN: 2339-1766IJCCS, Vol.x, No.x, JSSN: 1978-1520 Perancangan Dan Penerapan Sistem Pengering Ikan Otomatis Menggunakan Logika Fuzzy Pada Mikrokontroller Atmega32a Dian Kurnia 1 , Jodi Hendrawan 2 1,2 Fakultas Sains dan Teknologi, Sistem Komputer, Universitas Pembangunan Panca Budi Jl. Jend. Gatot Subroto Km 4.5 PO.BOX.1099 Medan Telp. (061) 50200508 e-mail: 1 diankurnia68@dosen.pancabudi.ac.id, 2 Jodihendrawan@dosen.pancabudi.ac.id Abstrak Penggunaan logika fuzzy sangat berperan penting di industri robotika salah satunya penerapan motor robot dalam pengembangan otomisasi industri, Algoritma kendali logika fuzzy mampu mengkondisikan mesin atau sistem untuk mengerti dan merespon konsep yang bersifat samar atau besarnya tidak ditentukan secara pasti (vague concept) seperti ‘panas’, ‘dingin’, ‘basah’, ‘kering’, dan lain sebagainya. Penerapan logika fuzzy dalam hal ini akan dikombinasikan dengan sistem kendali mikrokontroller dalam mendukung sistem pengering ikan otomatis yang dapat berjalan sesuai dengan nilai diterima sensor dan diproses menggunakan metode fuzzy logic dalam menentukan cuaca sekitar. Sebab, sistem pengering ikan otomatis ini dapat dengan sendirinya mengeluarkan dan memasukkan tempat pengering ikan sesuai dengan cuaca sekitar yang diterima oleh sensor pada sistem. Dengan demikian proses pengeringan menjadi lebih praktis ysitumembangun suatu robot yang merupakan robot daratan (ground robot) dan menggunakan roda sebagai media penggerak robot. Robot akan menggerakkan tempat pengeringan ikan (keluar/masuk) sesuai dengan kondisi cuaca sekitar. Robot ini diharapkan akan membantu nelayan ikan dalam pengeringan ikan dengan teknologi robot dan meningkatkan produksi ikan asin/kering di daerah pesisir. Suhu percobaan pada penelitian ini bervariasi disesuaikan dengan suhu pada waktu implementasi alat pengering didapat beberapa sampel ikan dikeringkan dengan diukur kadar air dengan hasil kadar air yang tinggi 50% dan hasil kadar air yang rendah 35%. Hasil ini dibandingkan dengan hasil teori maka alat yang dirancang memenuhi standart yang diukur kadar air pada ikan yang telah dikeringkan. Kata Kunci: Logika Fuzzy, Pengering ikan, Mikrokontroller. 1. PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dapat dirasakan dalam berbagai dimensi kehidupan manusia.Perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri telah memacu perkembangan teknologi.Kedua hal tersebut sebagai pondasi perkembangan dalam bidang industri suatu bangsa.Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk menciptakan teknologi yang mempermudah pekerjaan manusia.Perkembangan teknologi juga menjadi pengaruh dalam bidang perikanan. Proses pengawetan ikan membuat jumlah kadar air pada ikan berkurang, dalam hal ini pengawetan dapat dilakukan dengan cara pengasapan, ikan yang basah diasapin beberapa hari, perlakuan yang lain ikan dapat juga di jemur secara langsung pada terik matahari, hal ini termasuk cara tradisonal dan masih digunakan sampai sekarang.[1] Pemanfaatan tenaga surya sudah banyak dilakukan dalam pengelolaan pengeringan secara tradisional oleh kebanyakan masyarakat pada umumnya. Pengeringan cara ini biasanya dilakukan dengan meletakkan ikan di atas jaring ikan, tikar, atau anyaman bambu dan di tempatkan dibawah sinar matahari. Metode ini membuat para nelayan harus sigap dalam menghadapai segala macam cuaca saat proses pengeringan ikan. Tidak jarang saat proses pengeringan ikan kembali basah karena terkena hujan yang tiba-tiba turun. Hal ini sangat merugikan nelayan, karena harus melakukan proses pengeringan kembali hingga ikan benar-benar kering. Untuk itu diperlukan suatu sistem yang dapat membantu nelayan dalam proses pengeringan ikan. Sistem yang bersifat otomatis ini diharapkan dapat membantu atau bahkan menggantikan sebagian besar peran nelayan selama proses pengeringan ikan. Perangkat keras yang digabungkan dan di kontrol secara