SEA Volume 09, No. 01, Juni 2020 59 ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN KEDIRI Syarif Imam Hidayat *1 dan Lisanul Latifatul Rofiqoh 1 1 Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur e-mail: *1 Syarifimamhidayat@yahoo.com ABSTRACT Kediri Regency as one of the Food Reserves in East Java experienced a decrease in the area of agricultural land due to land conversion in the period 2005-2016. Transfer of agricultural land functions is a serious threat to the sustainability and self-sufficiency of food, especially for the main food commodities namely rice, corn and soybeans. Transfer of function of agricultural land can cause the availability of agricultural land for sustainable food decreases. This study aims to: analyze the potential factors that affect the conversion of agricultural land, and analyze the extent of the influence of land conversion on the main food commodities (rice, corn, soybeans). The study uses secondary data from several related agencies, while determining the location is determined purposively. The data collected is then processed and analyzed using multiple linear regression. The results showed that the factors that had a significant influence on the conversion of agricultural land were population, industry and GRDP, while productivity (rice, corn, soybeans) and FTT had no significant effect. Keywords: Change of function of agricultural land, main food production PENDAHULUAN Latar belakang dari alih fungsi lahan pertanian menjadi non pertanian merupakan konsekuensi dari perkembangan wilayah juga akibat dari pertumbuhan penduduk, infrastruktur maupun industri. Pertumbuhan penduduk yang dinamis pada saat ini menyebabkan keberadaan lahan pertanian terancam untuk kebutuhan lain seperti perumahan, jalan, industri dan sebagainya. Hal inilah yang menyebabkan ketersediaan lahan pertanian menjadi berkurang (Maleha dan Susanto, 2006). Alih fungsi lahan pertanian merupakan salah satu permasalahan yang sedang dihadapi dalam bidang pertanian di Indonesia. Satu hal yang mungkin tidak menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan alih fungsi lahan adalah dampak yang ditimbulkan dari alih fungsi lahan tersebut. Penurunan produksi pangan yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan lebih bersifat permanen dan sulit untuk diperbaiki. Bagi sektor pertanian, lahan merupakan faktor produksi utama dan tak tergantikan (Maleha dan Susanto, 2006). Indonesia sebagai negara agraris masih mengalami kesulitan dalam mengendalikan alih fungsi lahan karena jumlah penduduk dan pembangunan di segala bidang yang terus meningkat menyebabkan semakin besarnya kebutuhan ruang yang berdampak pada semakin tingginya alih fungsi lahan pertanian. Apabila fenomena alih fungsi lahan pertanian terus meningkat tanpa pengendalian dan pengawasan yang tegas maka dapat mengganggu stabilitas kemandirian, kedaulatan, dan ketahanan pangan baik lokal maupun nasional. (Irawan, 2005).