Jurnal Pengabdian Masyarakat Ruwa Jurai 77 Pemberdayaan Siswa sebagai Peer Educator dalam Rangka Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Siswa Sekolah Dasar Syazili Mustofa, Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani, Muhartono, Retno Ariza S Soemarwoto Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Bandar Lampung Indonesia Abstrak Peningkatan jumlah perokok usia muda adalah masalah kesehatan besar yang dihadapi Indonesia karena jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini disebabkan pengaruh lingkungan seperti mengikuti tren, ingin terlihat mengesankan di depan teman sepermainan, dan kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok. Perokok anak dan remaja rentan untuk terkena berbagai penyakit misalnya asma, infeksi saluran nafas dan penurunan fungsi paru. Berbagai penelitian menunjukkan remaja di Indonesia tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya perilaku merokok bagi kesehatan. Padahal, perilaku merokok dapat bermula pada periode ini. Peran teman sebaya sangat dibutuhkan anak remaja dalam memberikan informasi pengetahuan yang tepat dan memotivasi berperilaku hidup sehat. Target khusus kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan remaja melalui pemberdayaan siswa sebagai peer educator dalam rangka upaya pencegahan perilaku merokok siswa sekolah dasar di SDIT Baitul Jannah Bandar Lampung. Kegiatan ini berbentuk pendidikan pada masyarakat. Pendidikan kepada masyarakat dilakukan dengan mengadakan kursus konselor mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan dan pencegahan perilaku merokok yang diadakan bagi siswa SDIT Baitul Jannah, Bandar Lampung. Setelah kegiatan ini selesai terjadi peningkatan bermakna pengetahuan siswa SDIT Baitul Jannah terhadap bahaya rokok dan pencegahan perilaku merokok, peningkatan keahlian komunikasi mereka sebagai konselor kesehatan dalam mencegah perilaku merokok pada teman sebaya mereka. Mengingat angka perokok muda semakin bertambah, kami menyarankan kepada dosen untuk fokus dalam menghadapi permasalahan ini dan mengembangkan berbagai metode pengabdian kepada masyarakat untuk menecegah perokok pada usia muda di Indonesia. Kata kunci: Bahaya merokok, konselor sebaya, pencegahan perilaku merokok, perokok muda, Korespondensi: dr. Syazili Mustofa, M. Biomedǀ Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung ǀ HP 62- 81929345909 ǀ e-mail: syazilimustofa.dr@gmail.com PENDAHULUAN Perilaku merokok adalah masalah kesehatan yang besar di Indonesia. 1 Biaya pengobatan di Indonesia yang disebabkan oleh penyakit akibat rokok sangat mahal dan membebani keuangan negara. 2 Perokok muda semakin meningkat di Indonesia, hal ini disebabkan pengaruh lingkungan seperti mengikuti tren, ingin terlihat mengesankan di depan teman sepermainan, dan kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok. 3 Perokok muda sangat berisiko untuk menderita asma, infeksi saluran nafas dan penurunan fungsi paru. 4 Kami telah melakukan penelitian mengenai efek merokok terhadap fungsi paru pada siswa SD di Kota Bandar Lampung pada tahun 2018. Kami meneliti 20 SD dan menemukan angka perokok siswa SD cukup mengkhawatirkan. Dari 666 siswa yang kami ambil sebagai sampel, sebanyak 101 orang siswa adalah perokok (15%). Kebanyakan perokok ini adalah siswa laki laki. Pada umumnya mereka adalah perokok baru yang baru mencoba merokok dalam enam bulan dan menkonsumsi 1-10 batang rokok perhari. Kami menguji fungsi paru siswa perokok tersebut dan mendapatkan hasil bahwa fungsi paru siswa perokok lebih rendah secara signifikan dibandingkan siswa yang tidak merokok. 5 Fenomena ini sangat mengkhawatirkan karena menyangkut masa depan bangsa Indonesia. Merokok membahayakan kesehatan anak dan remaja, terutama membahayakan fungsi paru. Rokok mengandung banyak radikal bebas yang memicu stress oksidatif dan inflamasi pada tubuh. 6 Perokok anak dapat menyebabkan penurun fungsi paru lebih awal pada usia