Informatics Journal Vol. 8 No. 1 (2023) INFORMAL | 12 ISSN : 2503 – 250X Pengembangan Aplikasi Pencarian Rumah Kos Dengan Metode Scrum Dalam Rangka Digitalisasi UMKM Di Desa Popalia Suharsono Bantun*, Jayanti Yusmah Sari** * Sistem Informasi, Universitas Sembilanbelas November Kolaka ** Ilmu Komputer, Universitas Sembilanbelas November Kolaka *suharsonob@usn.ac.id, **jayanti@usn.ac.id ABSTRACT The Covid-19 pandemic has also had an impact on UMKM. Boarding house businesses are included in UMKM which are located in school or campus areas. As a result of the pandemic, many boarding house businesses around campus have been abandoned because of the WFH and SFH policies. After 2 years, now schools and campuses have started to be active again. These conditions can revive the boarding house business around the USN Kolaka campus in Popalia Village. Based on the results of observations and interviews with students and boarding house owners, problems were found in efforts to revive the post- pandemic boarding house business, including: 1) students as the target consumer had difficulty obtaining boarding house information; 2) there is no info on the location map of the boarding house; 3) boarding house owners still use manual methods to promote their boarding houses. From these problems, it is necessary to digitize boarding houses, one of which is by making applications that can provide clear and up-to-date information. This study aims to develop a boarding house search application using the scrum method. The results of this study succeeded in making the popakos.com application according to user needs with a processing time of 54 days. Keyword: boarding house, Covid19, Popalia Village, Scrum, UMKM. 1. Pendahuluan Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami krisis ekonomi akibat menurunnya daya beli masyarakat yang salah satunya disebabkan oleh adanya pembatasan interaksi di luar sebagai upaya menekan persebaran covid-19. Menurut staf ahli koperasi dan UKM, survei menunjukkan 3 aspek yang terdampak yaitu: 1) aspek pemasaran (turunnya permintaan pelanggan dan kesulitan berjualan daring), 2) aspek produksi (naiknya harga dan sulit mendapatkan barang baku), dan 3) aspek keuangan (kurangnya uang kas dan hutang yang jatuh tempo)[1]. Fokus utama pemerintah menggerakkan ekonomi nasional paska pandemi Covid-19 dengan memberdayakan sector usaha mikro (UMi) dan UMKM [2]. Permasalahan dalam UMKM dapat menjadi ancaman bagi perekonomian nasional dengan terjadinya banyak pemutusan hubungan kerja bagi para pekerja dan buruh. Hal tersebut terjadi karena adanya penurunan produktivitas yang berakibat pada penurunan profit yang signifikan. Bahkan berdasarkan survei Asian Development Bank (ADB) terkait dampak pandemi terhadap UMKM di Indonesia, 88% usaha mikro kehabisan kas atau tabungan, dan lebih dari 60% usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya.[2] Usaha rumah kos merupakan upaya menyewakan kamar kepada perorangan atau lebih yang dibayar setiap bulannya. Usaha rumah kos termasuk dalam UMKM yang letaknya berada di kawasan perkantoran, pabrik, pertokoan, sekolah dan kampus. Semenjak pandemi Covid-19 masuk di Indonesia, Maret 2020 lalu, usaha rumah kos sekitar kampus banyak yang ditinggal penghuninya karena pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek melalui dirjen dikti menerapkan kebijakan (Work From Home - WFH dan Study From Home SFH). Setelah kurang lebih 2 tahun berlalu, sekolah dan kampus sudah mulai melaksanakan Work From Office (WFO) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Pemerintah melalui surat edaran Ditjen dikti telah mengeluarkan panduan untuk perguruan tinggi melaksankan PTM terbatas mulai semester ganjil tahun akademik 2021/2022 lalu [3]. Kebijakan pemerintah ini sebenarnya dapat menghidupkan kembali UMKM rumah kos, termasuk rumah kos yang ada di sekitaran kampus Universitas Sembilanbelas November Kolaka (USN Kolaka) di Desa Popalia yang jumlahnya mencapai 100 rumah kos. Namun berdasarkan hasil observasi langsung dan wawancara dengan mahasiswa serta masyarakat pemilik rumah kos di Desa Popalia dan sekitarnya, ditemukan beberapa masalah dalam upaya membangkitkan kembali UMKM rumah kos di Desa Popalia, utamanya di masa pandemi, yaitu 1) mahasiswa sebagai target konsumen kesulitan dalam memperoleh informasi rumah kos; 2) belum ada info peta lokasi rumah kos di Desa Popalia; 3) masyarakat pemilik rumah kos masih menggunakan cara manual untuk mempromosikan dan menginformasikan rumah kosnya. Dari permasalahan tersebut, maka diperlukan digitalisasi UMKM rumah kos, salah satunya dengan pembuatan