Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences 2020; 10 (1) : 46 51 http://ojs.unud.ac.id/index.php/ijlfs e-ISSN 2657-0815, p-ISSN 1979-1763 Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia 46 Dita Septiani, Elza Ibrahim Auerkari Departemen Oral Biologi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya No. 4 (021) 31930270 GENOTOXICITY EFFECT OF CHLORHEXIDINE Dita Septiani 1 , Elza Ibrahim Auerkari 1 1 Departemen Oral Biologi, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia Jalan Salemba Raya No. 4 (021) 31930270 Email : eiauerkari@yahoo.com ABSTRACT Chlorhexidine (CHX) is a mouthwash that is chosen by many dentists as an antiseptic and antibacterial. CHX has bactericidal properties in gram-positive and negative bacteria and fungi. Chlorhexidine causes damage to the permeability of bacterial cell membranes so that cytoplasmic fluid in bacterial cells and other cell components with lower molecular weight from inside the cell penetrates out through the cell membrane, causing the bacteria to die. Much research has been done to study the biocompatibility of composite resins, especially cytotoxicity and genotoxicity testing. Genotoxicity tests that are often done are comet tests to see DNA damage and micronuclei tests to see genome damage. CHX increases Fe-dependent lipid peroxidation by splitting oxygen bonds with iron ions in fentonlike reactions, producing alkoxyl radicals. The ROS reaction of unsaturated lipids on cell membranes and plasma lipoproteins results in the formation of lipid peroxide (malondialdehyde) which can chemically alter proteins and bases nucleic acid. The content of chlorhexidine can have genotoxic effects. Keyword: Genotoxic, chlorhexidine, comet assay, micronuclei assay PENDAHULUAN Chlorhexidine (CHX) merupakan obat kumur yang paling banyak disarankan dokter gigi untuk digunakan karena memiliki efek antimikroba. CHX memiliki sifat bakterisida pada bakteri gram positif dan negatif dan jamur [1,2]. Banyak penelitian yang sudah dilakukan untuk mengetahui biokompatibilitas dari CHX, terutama uji sitotoksisitas dan genotoksisitas. Uji genotoksisitas yang sering dilakukan adalah uji komet untuk mendeteksi kerusakan DNA dan uji micronuclei untuk mendeteksi kerusakan genom. Beberapa penelitian sebelumnya mengatakan bahwa CHX mempunyai efek tosisitas. Maka dari itu, dibutuhkan suatu kajian mengenai genotoksisitas dari penggunaan Chlorhexidine untuk memberikan pengetahuan kepada dokter gigi dan dapat mempertimbangkan pemakaan CHX sebagai alternatif terapi. Chlorhexidine Chlorhexidine memiliki aktivitas substantif yang memiliki aplikasi yang luas mulai dari menjaga kebersihan mulut, pra operasi hingga pasca operasi. Saat ini klorheksidin secara rutin telah digunakan oleh dokter ketika mereka merawat pasien dengan kasus periodontal, ortodontia dan operasi maksilofasial. Mekanisme kerja dari CHX mempunyai sifat bakteriostatik dan bakterisidal untuk bakteri gram positif dan gram negatif, dipengaruhi oleh konsentrasi yang digunakan. Molekul CHX mempunyai muatan positif atau bersifat kation dan sebagian besar muatan molekul bakteri mempunyai muatan negatif atau bersifat anion. Hal ini mengakibatkan perlekatan yang