Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 9 No. 1 Juli 2020 41 EFEKTIVITAS MENDONGENG MELALUI MEDIA WAYANG KERTAS DI RUMAH BACA SANG PEMBELAJAR Mukodas 1 , Wildan F. Mubarock 2 Universitas Pakuan Mukodas@unpak.ac.id 1 , wildanfauzi@yahoo.com 2 ABSTRAK Keinginan memperbaiki literasi masyarakat Indonesia yang rendah merupakan tujuan utama didirikan TBM. Namun keberadaan TBM itu juga tidak banyak berpengaruh jika tidak ada masyarakat yang mengunjunginya. Maka pengelola TBM dituntut kreatif untuk menarik minat masyarakat terhadap TBM. Rumah Baca Sang Pembelajar adalah salah satu TBM yang berada di kota Bogor. TBM ini mengadakan kegiatan mendongeng ke anak-anak Sekolah Dasar. Pengelola berusaha menarik minat baca anak-anak. Pengelola menggunakan media wayang dalam mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas membaca dongeng dengan menggunakan media wayang kertas Rumah Baca Sang Pembelajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Teknik pengambilan data menggunakan tes yaitu dengan tes awal (pretest) dan test akhir (posttest). Hasil keterampilan membaca mereka dihitung berdasarkan rumus taraf signifikansi. Nilai rata-rata pembelajaran mendongeng sebelum adanya treatment dengan media wayang kertas adalah 64,5, sedangkan nilai rata-rata setelah siswa mendapat tretmen adalah 71,33. Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan metode media wayang kertas dalam pembelajaran membaca dongeng terbukti efektif. Kata Kunci : Mendong, Wayang Kertas, Rumah Baca A. PENDAHULUAN Selain kedai kopi, di Indonesia juga sedang menjamur Taman Baca Masyarakat (TBM), rumah baca, perpustakaan masyarakat, dan lain-lain. Di Kota Bogor tepatnya di lapangan Sempur terdapat kolecer (kotak literasi cerdas) yang dikelola perpusda kota Bogor. Di Leuwiliang, terdapat Rumah Pintar yang dikelola oleh desa. Selain itu, di beberapa kafe menyediakan buku yang menjadi salah satu daya tarik buat pengunjung untuk datang lagi salah satunya Suguliving Resto and Galery. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran kolektif masyarakat untuk membaca sebenarnya sudah ada. Tinggal pengelola lebih kreatif untuk mengajak masyarakat terus menerus membaca. Di perpusda kota Bogor terdaoat