JURNAL TEKNIK POMITS Vol. 2, No. 2, (2013) ISSN: 2337-3539 (2301-9271 Print) D-166 Abstrak—Air minum isi ulang merupakan salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat Sukolilo Surabaya. Hal ini dikarenakan ketersediaan air bersih di daerah Sukolilo yang tidak memenuhi syarat sebagai sumber air baku untuk air minum khususnya air tanah. Akan tetapi banyak yang belum mengetahui kualitas air minum isi ulang yang telah sesuai dengan standar kualitas air minum. Untuk mengatasi masalah tersebut tugas akhir ini dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan pengisian kuesioner penilaian perilaku dan pemeliharaan alat, pengujian terhadap TDS, kekeruhan, warna, dan total coliform dilakukan untuk mengetahui kualitasnya yang dibandingkan dengan PERMENKES No. 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Pengujian juga dilakukan terhadap sumber air baku yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian parameter TDS, kekeruhan, warna, total coliform, terdapat 4 depot yang belum memenuhi baku mutu dengan kandungan total coliform masing- masing 50/100 ml, 7/100 ml, 2/100 ml, dan 130/100 ml. Pada pengujian terhadap air baku yang digunakan, diperoleh hasil residu terlarut untuk sumber pacet 276 mg/l dan sumber prigen 268 mg/l. Sedangkan hasil pengujian untuk total coliform untuk sumber pacet 50/100 ml dan sumber prigen 170/100 ml. Kata Kunci—Air minum isi ulang, kualitas air minum, pemeliharaan alat, Kecamatan Sukolilo. I. PENDAHULUAN EBUTUHAN masyarakan akan air minum yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk, tidak diimbangi dengan ketersediaan air bersih yang ada. Salah satu penyebabnya adalah pencemaran air tanah yang semakin parah hingga saat ini. Oleh karena itu, air tanah tidak lagi aman untuk dijadikan bahan baku untuk air minum. Air minum isi ulang adalah salah satu jawaban pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat indonesia yang murah dan praktis. Hal ini yang menjadi alasan mengapa masyarakat memilih air minum isi ulang untuk dikonsumsi. Meningkatnya permintaan masyarakat akan air minum isi ulang yang hemat dan praktis diimbangi dengan banyaknya usaha depot air minum isi ulang yang bermunculan. Air minum isi ulang memang dapat dijadikan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat yang semakin tinggi. Akan tetapi, dikarenakan belum adanya standarisasi dalam peraturan untuk proses pengolahan air, maka kualitas air minum isi ulang ini masih sering diperdebatkan. Oleh karena itu depot tidak dapat menjamin bahwa air yang diproduksinya sesuai kualitas standar air minum. Pemilihan depot air minum isi ulang sebagai alternatif air minum menjadi resiko yang dapat membahayakan kesehatan jika kualitas depot air minum isi ulang masih diragukan, terlebih jika konsumen tidak memperhatikan keamanan dan kehigienisannya. Dalam beberapa laporan sering ditemukan bakteri patogen pada air minum dan menyebabkan waterborne disease terdiri dari Vibrio cholera, Salmonella typhi, dan coliform. Hal ini dapat terjadi dikarenakan air adalah media yang baik sebagai tempat bersarangnya bibit penyakit/agent. Salah satu penyebab kontaminasi bakteri pada air minum bisa disebabkan oleh kontaminasi peralatan dan pemeliharaan peralatan pengolahan. Meninjau dari permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan uji kualitas air minum isi ulang dengan meninjau perilaku dan pemeliharaan peralatan. Oleh karena itu, konsep ini dapat memberikan kontribusi informasi kualitas air minum isi ulang yang dikonsumsi masyarakat. II. METODE PENELITIAN Metode ini merupakan acuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pengujian kualitas air minum isi ulang berdasarkan pada langkah kerja dalam pengumpulan data, analisa, dan pembahasan hingga diperoleh hasil yang diinginkan. A. Pengumpulan Data Pengumpulan data ini dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan analisa sampel air minum isi ulang. Pengumpulan data dilakukan dengan survey secara langsung untuk mengetahui jumlah depot air minum isi ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya. Setelah diketahui data jumlah depot yang ada, maka dipilih depot yang akan diuji/mewakili dari jumlah depot yang ada dengan metode cluster sampling dan sistematic sampling. Pengumpulan data juga dilakukan dengan pengisian kuesioner secara langsung untuk mengetahui perilaku dan pemeliharaan alat yang dilakukan pada depot air minum isi ulang.Adapun kuesioner yang diisi terdiri atas 3 jenis antara lain: Uji Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Sukolilo Surabaya Ditinjau dari Perilaku dan Pemeliharaan Alat Manuel Deddy Oke Marpaung dan Bowo Djoko Marsono Jurusan Teknik Lingkungan, FTSP, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia e-mail: bowodjok@gmail.com K brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Publikasi Ilmiah Online Mahasiswa ITS (POMITS)