124 PERAN GURU PAI DALAM MENCEGAH PAHAM RADIKALISME BAGI SISWA DI MTS IRSYADUL ANAM KIYUDAN SELOMARTANI KALASAN SLEMAN Yogyakarta Saprialman 1 , Ferianto 2 , Yuli Salis Hijriyani 3 , Khairil Aswan 4 Universitas Singaperbangsa Karawang, IAIN Ponorogo, STIE KBP Padang, Indonesia 1234 Email: saprialman@fai.unsika.ac.id, ferianto@fai.unsika.ac.id, hijriyani@Iainponorogo.ac.id, khairilaswan@akbpstie.ac.id, Abstract Received: Revised: Accepted: This research departs from the phenomenon of radicalism that occurs in society, especially in the world of education. The understanding of radicalism is an understanding that must be immediately overcome and avoided from students because it is contrary to the Islamic religion which is rahmatan lil 'alamin and not in accordance with the purpose of organizing Islamic education itself. The focus of the problem in this study is "the role of Islamic Religious Education teachers in preventing radicalism for students". This research is a qualitative research with a descriptive-qualitative type of research. The subjects of his research were PAI teachers, principals and caregivers of Irsyadul Anam Islamic boarding schools as well as advisors at MTs Irsyadul Anam. Data analysis was carried out with interactive models from Miles and Huberman, namely, data condensation, display data, and conclusion drawing/verifications. The results showed that the role of PAI teachers in preventing radicalism for students at MTs Irsyadul Anam Kiyudan Selomartani Kalasan Sleman Yogyakarta can be seen from three aspects, namely: (1) Delivery of Islamic Learning Materials. (2) Application of Learning Methods, and (3) Assistance in Extracurricular Activities Keywords: The Role of Teachers of Islamic Religious Education, Radicalism (*) Corresponding Author: Saprialman, saprialman@fai.unsika.ac.id, 082255444103 PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang bersifat universal. Islam diutus bukan hanya untuk keberlangsungan hidup umat manusia semata, akan tetapi juga untuk hewan, tumbuhan dan makhluk Allah lainnya. Dalam Islam tidak dibenarkan berlaku semena-mena terhadap semua makhluk ciptaan Allah, apalagi terhadap sesama manusia. Dalam Al- Qur’an, Allah membahasakan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin. Rasulullah Saw adalah rahmat, bukan saja kedatangan beliau membawa ajaran, tetapi sosok dan kepribadian beliau adalah rahmat yang dianugerahkan Allah Swt. kepada beliau. Dengan rahmat itu, terpenuhilah hajat batin manusia untuk meraih ketenangan, ketentraman, serta pengakuan atas wujud, hak, bakat dan fithrahnya, sebagaimana terpenuhi pula hajat keluarga kecil dan besar, menyangkut perlindungan, bimbingan dan How to Cite: (2023). ANSIRU PAI: Pengembangan Profesi PAI