76 Sosialisasi Bahaya Merkuri Pada Penambangan Rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan Hilda Alkatiri 1 , Amrih Halil 2* , Wawan AK Conoras 3 , Anas Abdul Latif 4 , Syarifullah Bundang 5 1,2,3,4,5 Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Khairun, Ternate, 97719 *E-mail: amrih@unkhair.ac.id ABSTRAK Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan telah terindikasikan memiliki potensi sumberdaya mineral logam emas dengan adanya kegiatan dan aktivitas penambangan rakyat yang masih berlangsung hingga saat ini. Kegiatan pertambangan emas skala kecil (PESK) yang menggunakan merkuri untuk mengekstrak kandungan emas dalam bijih telah dilarang oleh pemerintah. Merkuri memiliki dampak terhadap lingkungan, yaitu dapat meneyebabkan pencemaran Air, Tanah, dan Udara, selain itu juga memiliki dampak terhadap kesehatan dan melanggar Undang-Undang. Metode pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat terkait sosialisasi bahaya merkuri pada penambangan rakyat Desa Anggai Kecamatan Obi Kabupaten Halmahera Selatan melibatkan masyarakat setempat mulai dari pekerja tambang dan pemodal yang berjumlah 50 Orang, Siswa SMAN 22 Halmahera Selatan berjumlah 70 Orang dan masyarakat terdampak yang berjumlah 60 Orang. Kegiatan sosialisasi ini menekankan pada tiga kerugian penggunaan merkuri (kerugian ekonomi, lingkungan dan kesehatan) serta kegiatan yang melanggar hukum. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan merkuri dalam kegiatan penambangan. Kata kunci: Bahaya Merkuri, Desa Anggai, Pekerja Tambang, Penambangan Rakyat, PESK ABSTRACT Anggai Village, Obi District, South Halmahera Regency, has been indicated to have the potential for gold metal mineral resources with the existence of community mining activities and activities that are still ongoing today. Small-scale gold mining activities (PESK) that use mercury to extract gold content in ore have been banned by the government. The method of implementing a community service program related to the socialization of mercury hazards in mining the people of Anggai Village, Obi District, South Halmahera Regency involves local communities ranging from Mining Workers and Financiers totaling 50 people, students of SMAN 22 South Halmahera totaling 70 people and affected communities totaling 60 people. This socialization activity emphasizes the three disadvantages of mercury use (economic, environmental and health losses) as well as unlawful activities. The implementation of this activity is expected to grow public awareness to reduce or eliminate the use of mercury in mining activities. Keywords: Anggai Village, Dangers of Mercury, Mining Workers, People's Mining, PESK