Empathy: Guidance and Counseling Journal
Vol 1, No 1, Maret 2020, Page 18-26
ISSN 2722-0893 (media online)
Jarmin, Copyright © 2020, Empathy | Page 18
Hubungan Komunikasi Orang Tua dengan Perilaku Agresif Siswa Kelas
VIII SMP Negeri 5 Simbar Simeulue
Jarmin, Nur Asmah, Nur Asyah
Program Studi Bimbingan Konseling, Universitas Muslim Nusantara Al Wasliyah, Medan, Indonesia
Email: jarmin2020@gmail.com
Abstrak−Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi orangtua dengan perilaku agresif
siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Simbar Simeulue. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri
5 Simbar Simeulue Tahun Ajaran 2019/2020 yang berjumlah 105, Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP
Negeri 5 Simbar Simeulue yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket untuk
menjaring data tentang komunikasi orang tua dan perilaku agresif siswa yang sebelumnya diuji cobakan untuk
mengetahui validitas dan realibilitas. Berdasarkan hasil perhitungan korelasi product moment diketahui bahwa
koefisien korelasi (r
xy
) adalah sebesar 0,499. Melihat hasil perhitungan tersebut bahwa (korelasi) antara variabel X
(komunikasi orang tua) mempunyai hubungan yang tinggi. Dan dilihat dari t
hitung
=7,656 dengan dk =37 pada taraf
signifikan 5% maka diperoleh nilai kritik atau 0,361, dari hasil uji tersebut bahwa adanya hubungan yang positif dan
signifikan komunikasi orang tua dengan perilaku perilaku agresif siswa dapat dilihat dari t
hitung >
t
tabel
atau = (7,656) >
t
tabel
(0,361) dapat diterima kebenarannya.
Kata Kunci: Komunikasi Orang Tua, Perilaku Agresif Siswa
Abstract−The purpose of this study was to determine the relationship of parental communication with aggressive
behavior of students at class VIII SMP Negeri 5 Simbar Simeulue. The population in this study were students at class
VIII SMP Negeri 5 Simbar Simeulue 209-2020 which amounted to 105, The subjects of this research are students at
class VIII SMP Negeri 5 Simbar Simeulue which numbered 30 people. Collection data used was a questionnaire to
capture data about parental communication and aggressive behavior of students who were previously tested to
determine validity and reliability. Based on the results of product moment correlation calculations it is known that the
correlation coefficient (rxy) is equal to 0.499. Seeing the results of these calculations that (correlation) between
variable X (parent communication) has a high relationship. And seen from tcount = 7.656 with dk = 37 at a significant
level of 5%, we get a critical value or 0.361, from the test results that the existence of a positive and significant
relationship of parental communication with aggressive behavior of students can be seen from tcount> ttable or =
(7.656)> ttable (0.361) acceptable truth.
Keywords: Parental Communication, Student Aggressive Behavior
1. PENDAHULUAN
Pendidikan sangat berperan penting bagi sesuatu insan seseorang akan menjadi bermutu, berwawasan dan berilmu
karena pendidikan. Pendidikan juga menyiapkan dan membekali peserta didik dengan pengetahuan berguna untuk
mengembangkan potensi atau kemampuan, untuk mewujudkan suatu pendidikan yang bermutu juga harus
diperhatikan dari berbagai unsur yang terlibat dalam proses mendidik tersebut. Pendidikan juga mengalami
pembaharuan dan waktu ke waktu dan tidak pemah berhenti. Pendidikan sebagai suatu proses yang disadari untuk
mengembangkan potensi individu sehingga memiliki kecerdasan pikir, emosional, berwatak dan berketerampilan
untuk siap hidup di tengah-tengah masyarakat.
Dinamika kehidupan berbangsa dan bermasyarakat terus bergulir membawa berbagai perubahan terutama
menyangkut antara komunikasi dan perilaku agresif siswa. Perubahan itu kadang-kadang tidak terduga dan tidak
terprediksi kemana arahnya. Karena itu, sangat perlu memiliki kepribadian yang kuat agar tidak terseret begitu saja
mengikuti derasnya arus perubahan.
Siswa SMP adalah anak yang sedang menginjak masa remaja. Karakteristik ini membuat mereka tak lepas dan
karakteristik remaja yang memang berada dalam masa-masa sulit, dimana mereka harus menyesuaikan diri dengan
berbagai macam perubahan yang ada dalam diri mereka. Siswa SMP adalah anak yang sedang menginjak masa remaja.
Karakteristik ini membuat mereka tak lepas dari karakteristik remaja yang memang berada dalam masa-masa sulit,
dimana mereka harus menyesuaikan diri dengan berbagai macam perubahan yang ada dalam diri mereka. Kehidupan
di sekolah kadang memberi beban tersendiri bagi siswa. Sebagai remaja, siswa SMP selain sibuk berjuang untuk
menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan dalam dirinya mereka juga harus berjuang untuk dapat menyelesaikan
tugas-tugas yang harus diembannya.
Remaja yang masih dalam proses perkembangan tersebut mempunyai kebutuhan-kebutuhan pokok terutama
kebutuhan rasa aman, rasa sayang, dan kebutuhan rasa harga diri. Disini remaja yang masih dalam masa transisi sangat
memerlukan dukungan untuk melalui tugas-tugas perkembangannya. Salah satu kewajiban dalam membantu anak-
anaknya melewati masa ini yaitu memberikan dukungan. Wujud dari dukungan itu salah satunya pemberian kasih
sayang secara wajar kepada anak. Kasih sayang yang diberikan berupa hubungan emosional yang akrab yang dalam
bentuk komunikasi yang akrab dan terbuka sehingga dapat mengetahui perasaan, keinginan, motivasi, gagasan