277 Ramadhani, N et al.: Pengaruh Durasi Pemaparan Etilen dan Suhu Degreening untuk Membentuk Warna Jingga Jeruk ... Pengaruh Durasi Pemaparan Etilen dan Suhu Degreening untuk Membentuk Warna Jingga Jeruk Siam Banyuwangi (Effect Ethylene Exposure Duration and Temperature at Degreening to Generate Orange Color of Tangerine Fruit from Banyuwangi) Ramadhani, N 1) , Purwanto, YA 1) , dan Poerwanto, R 2) 1) Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jln. Raya Dramaga, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 2) Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Jln. Raya Dramaga Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia 16680 E-mail: roedhy8@yahoo.co.id Naskah diterima tanggal 22 Januari 2015 dan disetujui untuk diterbitkan tanggal 29 Juni 2015 ABSTRAK. Jeruk siam pada umumnya berwarna hijau. Teknologi degreening yang tepat dapat memperbaiki warna kulit jeruk tropika menjadi jingga secara seragam. Degreening merupakan proses perombakan pigmen hijau (klorofl) pada kulit jeruk secara kimiawi dan membentuk warna kuning atau jingga (karotenoid) tanpa memengaruhi kualitas internal buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh durasi pemaparan etilen dan suhu degreening untuk memunculkan warna jingga pada jeruk siam Banyuwangi. Etilen 200 ppm diinjeksikan ke dalam box degreening yang berisi jeruk sebanyak 2,8 kg dan dipaparkan pada cooling chamber dengan suhu 15, 20 dan 25 o C selama 0, 24, 48, dan 72 jam. Pemaparan etilen dilakukan dengan metode multiple shot. Setelah pemaparan, jeruk kemudian disimpan pada suhu ruang. Pengamatan dilakukan setiap 2 hari, yaitu (a) pengamatan non-destruktif dilakukan dengan menggunakan color reader dan metode citrus color chart (CCC) untuk mengetahui perubahan warna dan (b) pengamatan destruktif dilakukan dengan mengukur kandungan klorofl dan karotenoid serta mengukur kekerasan, TPT, TAT, dan vitamin C untuk mengetahui perubahan fsikokimia jeruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi terbaik adalah durasi pemaparan etilen selama 48 jam dengan suhu 20 o C yang dapat mengubah warna jeruk menjadi jingga cerah dan tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kualitas internal buah. Katakunci: Cooling chamber; Citrus color chart; Citrus color index; Etilen; Jeruk tropika; Klorofl; Karotenoid; Suhu degreening ABSTRACT. Tangerine peel is green. Degreening technology can improve the citrus peel color becomes uniformly orange. Degreening is a break down process of green pigment (chlorophyll) on citrus peel chemically and form the orange color (carotene) without affecting internal quality of fruit. The purpose of this study was to determine the effect of ethylene exposure duration and temperature to bring out the color on tangerine from Banyuwangi. Ethylene 200 ppm was injected into the box containing 2.8 kg citrus and was exposed to the cooling chamber with a temperature of 15, 20 or 25°C for 0, 24, 48 or 72 hours. Ethylene exposure was conducted using multiple shots method. After exposure, tangerine were put on room temperature condition. Observations were conducted every two days: (a) nondestructive observation conducted using color reader and CCC method to determine the color changes and (b) destructive observations for measuring chlorophyll and carotenoids content and physico-chemical changes i.e. the hardness, soluble solid content, titratable acidity and vitamin C. The results showed that the best combination was 48 hours ethylene exposure duration at 20 o C that was changed the tangerines into a bright orange and did not have any negative impact to the internal quality. Keywords: Cooling chamber; Citrus color chart; Citrus color index; Ethylene; Tropical citrus; Chlorophyll; Carotenoid; Degreening temperature Jeruk siam merupakan produk hortikultura yang mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai upaya pemenuhan permintaan konsumen di dalam negeri. Sekitar 70–80% jenis jeruk yang dikembangkan petani merupakan jeruk siam (Dimyati 2005). Permintaan konsumen terhadap jeruk semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, pendapatan, dan kesadaran masyarakat terhadap nilai gizi. Pada tahun 2010, volume jeruk yang diimpor Indonesia mencapai 204.148 ton, sedangkan volume jeruk yang diekspor hanya 1.400 ton (BPS 2011). Kriteria yang seringkali digunakan konsumen untuk menentukan tingkat kesukaan jeruk adalah warna. Menurut Poerwanto & Susila (2014), kulit buah jeruk yang berwarna jingga mempunyai daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit buah yang berwarna hijau. Secara umum jeruk tropika dataran rendah yang telah matang tidak menunjukkan perubahan warna dari hijau menjadi jingga seragam (Ladaniya 2008). Warna hijau dari kulit buah jeruk dapat diperbaiki dengan perlakuan pascapanen seperti degreening. Perlakuan ini bertujuan untuk mempercepat perubahan warna eksternal jeruk dari hijau menjadi jingga seragam, sehingga buah lebih diterima di pasaran (Porat 2008). Degreening pada jeruk siam telah banyak dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian di Indonesia, namun warna jeruk yang dihasilkan brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Hortikultura