Jurnal GEOSAPTA Vol. 09 No.02 (Juli 2023)
p-ISSN: 2460-3457 e-ISSN: 2527-5844
http://dx.doi.org/10.20527/jg.v9i2.15924
~ 95 ~
Mineralogi dan Pengayaan REE Tipe Ion-Adsorption pada Profil Lapukan
Granitoid di Sulawesi Barat; Implikasi terhadap Eksplorasi
Mineralogy and Enrichment of Ion-Adsorption Type REE on Weathered
Granitoid Profiles in West Sulawesi; Implications for Exploration
Andi Febby Alvionita*
1
, Syafrizal
2
, Andy Yahya Al Hakim
3
1
Program Studi Pascasarjana Rekayasa Pertambangan, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung
2-3
Kelompok Keahlian Eksplorasi Sumberdaya Bumi, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, Institut Teknologi Bandung
Corr Author:
*1
andifebbyam@gmail.com,
2
syafrizal@mining.itb.ac.id,
3
andyyahya@mining.itb.ac.id
ABSTRAK
Unsur Tanah Jarang (Rare Earth Elements-REE) merupakan 15 unsur yang berada digolongan lantanida dan 2 unsur
digolongan IIIB (Y+Sc). REE digunakan terutama dalam hal pembuatan industri teknologi maju dan modern saat ini. Aktivitas
eksplorasi REE meningkat seiring dengan peningkatan permintaan dipasar global, dengan alasan tersebut dilakukan penelitian sebagai
bentuk eksplorasi awal yang bertujuan mengetahui mengetahui karakteristik petrografi, geokimia dan pola pengayaan REE tipe ion
adsorption yang ada di Sulawesi Barat menggunakan petrografi mineral optik, X-ray diffraction (XRD), X-ray fluorescence (XRF), dan
inductively coupled plasma mass spectrometry (ICP-MS). Telah ditemukan bahwa source rock yang ada di wilayah Polewali merupakan
jenis kuarsa monsonit, sedangkan di wilayah Mamasa merupakan jenis granodiorit. Zirkon, apatit, alanit dan monasit adalah mineral
pembawa REE yang terlihat pada petrografi mineral optik. Mineral lempung yang diindikasikan sebagai mineral yang menyerap REE
pada zona lapukan berupa kaolinit, halloisit dan grup smektit. Pengayaan REE pada kedua profil lapukan menunjukkan bahwa
persentase mineral lempung akan mempengaruhi jumlah Total REE, hal ini terbukti dari total persentase kandungan mineral lempung
pada horizon A di wilayah Polewali berkisar 32,7% dan wilayah Mamasa 16%, lebih banyak dibanding pada horizon yang lainnya.
Kedua profil lapukan kecuali horizon A di Mamasa merupakan zona pelindian dibuktikan dari anomali-Ce yang bernilai positif dan
terjadi pelepasan plagioklas pada saat proses diferensiasi magma ketika batuan terbentuk ditandai dengan anomali-Eu bernilai negatif,
serta faktor yang mempengaruhi distribusi dan akumulasi REE pada kedua profil adalah jenis batuan induk dan tingkat pelapukan..
Kata-kata kunci: geokimia, granitoid, lapukan, mineralogi, unsur tanah jarang
ABSTRACT
The Rare Earth Elements (REE) are 15 elements in the lanthanide group and 2 elements in IIIB group (Y+Sc) group of
elements which are currently needed in the industrial world and are raw materials for making advanced and modern technology. As the
need for REE increases, REE exploration activities also increase, therefore this research was conducted as a preliminary study which
aims to determine the characteristics of the REE adsorption type in West Sulawesi using optical mineral petrography, X-ray diffraction
(XRD), X-ray fluorescence (XRF), and inductively coupled plasma mass spectrometry (ICP-MS). Optical mineral observations show
that the source rock at Polewali is quartz monzonite, while at Mamasa it is granodiorite. REE-bearing minerals seen on optical mineral
petrography are zircon, apatite, alanite and monazite. Clay minerals that have been successfully detected as minerals that bind REE in
the weathered zone are kaolinite, halloysite, montmorillonite and nontronite. REE enrichment in the A horizon on both profiles shows
that the percentage of clay minerals also affects the amount of TREE, as evidenced by the total percentage of clay mineral content in the
A horizon at Polewali around 32.7% and Mamasa 16%, more than in the other horizons.The positive Ce anomaly in the weathered
samples indicates that both weathered profiles are leaching zones except for the A horizon in Mamasa. The negative Eu anomaly also
indicates that plagioclase was released during the differentiation of magma process when rocks are formed. Factors that influence the
distribution and accumulation of REE are the type of source rock and the degree of weathering.
Keywords: geochemistry, granitoid, mineralogy, rare earth elements, weathered
Submitted: 24-03-2023; Revised: 22-08-2023; Accepted: 05-09-2023; Available Online: 02-10-2023
Published by: Mining Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Lambung Mangkurat
This is an open access article under the CCBYND license https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/
©2023, Geosapta
PENDAHULUAN
Istilah REE rare earth elements (REE) atau Unsur
Tanah Jarang termasuk Critical Material Resources yang
mengacu pada 17 unsur dalam tabel periodik unsur, yaitu
15 unsur lantanida dan 2 unsur golongan IIIB. Semua REE
terdapat di alam kecuali promethium (Pm) yang sulit
didapatkan sehingga biasanya dibuat di laboratorium.
Selama bertahun-tahun, unsur tanah jarang secara
geokimia dianggap tidak bergerak (immobile) selama
alterasi dan metamorfisme dan oleh karena itu sangat
berguna dalam interpretasi geologi [1]. Akan tetapi,
beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa
kelimpahan REE mengalami perubahan pada proses
alterasi dan pelapukan [2,3]. Telah dilaporkan bahwa REE
merupakan unsur mobile dan cenderung diperkaya selama
pelapukan batuan granit di beberapa daerah subtropik [4].
Secara geokimia, kelimpahan unsur tanah jarang
mengalami perubahan selama proses alterasi ataupun
pelapukan dan akan membentuk REE tipe ion adsorption.
Proses alterasi ataupun pelapukan menyebabkan