Kajian aspek bio-ekologi ikan sidat (Anguilla Spp.) di Sungai Air Ngalam….. Extra et al., 2020
50
Kajian Aspek Bio-Ekologi Ikan Sidat (Anguilla Spp.) Di Sungai
Air Ngalam Kabupaten Seluma
Bendi Extra
1
*, Dede Hartono
2
dan Dewi Purnama
2
1
Mahasiswa Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
2
Dosen Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu
*e-mail korespondensi: bendiunib@gmail.com
INFORMASI ARTIKEL A B S T R A C T
Diterima
Disetujui
Terbit Online
: 07 Desember 2020
: 25 Desember 2020
: 30 Desember 2020
Eel (Anguilla spp.) is a fish that has a perfect tail, dorsal and anal fins. The eel's fins
are equipped with visible soft fingers and the three fins are connected to each other,
starting from the back to the tail and ending at the abdomen of the body. The thing
that stands out from the eel is the presence of a pair of pectoral fins that are visible
on both sides of the body which is located behind the head so that it is suspected that
the fins are the ears. Identification of eel species is very important for the
management of a resource. The ADL/% TL key character comparison is one way of
identifying the types of eels that can be applied. Sampling and measurement of water
parameters were carried out on 23 to 25 August 2020. From the research results
obtained 1 type of eel, namely Anguilla bicolor (ADL/% TL = -0.37 to 4.76) where the
eel entered the Yellow ell phase. This Anguilla bicolor eel likes slow-flowing waters
(lentic waters) and sandy mud. Overall the water parameters in the Air Ngalam River
are still in optimal conditions to support the survival of the eels, namely temperature
28.5 to 29.8
o
C, salinity 0 ppt, pH 7.1 to 7.4, brightness 96.48%, and flow velocity 23.78
cm/s. Based on statistical tests, the typology of the Air Ngalam river affects the types
of eels found.
Copyright © 2020 Universitas Cenderawasih
Keywords:
Eel
Phase
Typology
Identification
PENDAHULUAN
Ikan sidat adalah organisme unik yang bersifat
Katadromous yaitu tumbuh di habitat air tawar dan
ketika dewasa akan bermigrasi ribuan kilometer
untuk melakukan pemijahan di laut Dalam daur
hidup sidat, setelah menetas di laut fase
Leptochephalus akan bermigrasi ke muara sungai
fase Glass eel, selanjutnya akan mengawali masa
hidup di air tawar sampai mencapai fase dewasa
dan kembali ke laut untuk memijah. Dalam proses
migrasi di air tawar (sebelum mencapai masa
memijah) dari hilir ke hulu sungai, belum ada
informasi dari hasil-hasil penelitian apakah ada
migrasi hilir ke hulu dan hulu ke hilir (Tesch, 1977).
Sidat merupakan ikan yang memiliki sirip
ekor, sirip punggung dan sirip dubur yang
sempurna. Sirip sidat dilengkapi dengan jari-jari
lunak yang terlihat dan ketiga sirip tersebut saling
berhubungan menjadi satu, mulai dari punggung ke
ekor dan berakhir di bagian ventral tubuhnya. Hal
yang menonjol dari ikan sidat adalah adanya
sepasang sirip dada yang terlihat di kedua sisi
badannya yang terletak di belakang kepala
sehingga diduga sirip itu adalah daun telinga. Sidat
sering disebut juga belut bertelinga (Liviawaty dan
Afrianto, 1998).
Ikan sidat Anguilla spp memiliki pola daur
hidup yang unik ini sangat populer sebagai
makanan mewah yang memiliki nilai ekonomis
tinggi di Jepang, Cina, Korea, Amerika dan beberapa
negara di Eropa. Keistimewaan ikan sidat ini
disebabkan karena dagingnya memiliki kandungan
nutrisi yang tinggi. Jepang menjadi konsumen ikan
sidat terbesar di dunia dengan jumlah konsumsi
mencapai 100.000 ton per tahun, di susul oleh
negara Cina, Korea, Amerika dan beberapa negara
Eropa. Saat ini pemenuhan konsumsi sidat ± 80%
diperoleh dari produksi kegiatan budidaya
pembesaran yang memanfaatkan benih hasil
tangkapan dari alam (Fahmi, 2010).
Rovara (2007), menyebutkan di Indonesia
terdapat sembilan jenis ikan sidat dari sembilan
belas jenis sidat yang ditemukan di Dunia. Daerah
penyebaran ikan sidat di Indonesia dimulai dari
sepanjang Pantai Barat Sumatera, Jawa,
Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku,
dan Papua (Fahmi, 2015). Menurut Sugeha et al.
(2008), ada 3 jenis sidat yang terdapat di Pantai
Barat Sumatera yaitu Anguilla bicolor-bicolor,
Anguilla nebulosa dan Anguilla marmorata.
Jenis-jenis sidat di Provinsi Bengkulu yaitu A.
marmorata dan A. bicolor. Penelitian Anggraini
(2020), dan Ridwan (2015), di perairan Kedurang
A C R O P O R A P-ISSN: 2622-5476
Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua E-ISSN: 2685-1865
Vol. 3, No. 2, Hal. 50-55 DOI: 10.31957/acr.v3i2.1401
Desember 2020 http://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ACR