89 Salma Indah K_@Profil Keterampilan Kolaborasi: … ScienceEdu: Jurnal Pendidikan IPA Vol.VI. No. 1 Juni 2023 PROFIL KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA SMP DALAM IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Salma Indah Khoirunnisa 1) , Elok Sudibyo 2) 1,2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya email: salma.19010@mhs.unesa.ac.id Abstract The purpose of this study was to describe the collaboration skills of junior high school students in science learning on the implementation of the STAD type cooperative model in science learning. The research method used is descriptive quantitative with pre-experimental design. The subjects used in this study were class VIII E of SMP Negeri 1 Mojowarno. The data collection method used is observation during the learning process using observation sheets of student collaboration skills. The results of this study were that the average acquisition of students' collaboration skills at the first meeting was 64 with the collaborative category and at the second meeting was 79 with the collaborative category. The results of these percentages indicate that the collaboration skills of class VIII E students of SMP Negeri 1 Mojowarno can increase in the implementation of the STAD type cooperative learning model in science learning. Keywords: student collaboration skills, STAD type cooperative learning model 1. PENDAHULUAN Saat ini, Indonesia telah menerapkan pembelajaran abad ke-21, yaitu suatu gagasan atau ide yang tercetus melalui adaptasi perluasan Kurikulum 2013 serta pembelajaran saintifik (Ruhimat dan Yani, 2018). Pembelajaran pada abad ke-21 ini digunakan untuk mempersiapkan generasi bangsa untuk menghadapi tantangan abad ke-21, yaitu keterampilan difokuskan pada pembelajaran pembaruan atau inovasi, meliputi komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas. Keterampilan komunikasi adalah kecakapan siswa untuk berkomunikasi secara verbal maupun nonverbal. Keterampilan kolaborasi merupakan kemampuan siswa dalam berinteraksi dan bekerja bersama temannya guna memenuhi tujuan bersama. Berpikir kritis merupakan kondisi siswa yang mampu berpikir tingkat tinggi untuk dapat membentuk sistem konseptualnya. Kemudian, kreativitas merupakan gagasan baru yang harus dimunculkan oleh siswa. Dengan adanya pembelajaran abad ke-21, tujuan pembelajaran dapat lebih mudah dicapai (Sani, 2019). Pembelajaran yang aktif dan kolaboratif antar siswa yang baik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih mudah. Keterampilan kolaborasi ini diperlukan untuk siswa saling berdiskusi mengenai permasalahan yang ada, sehingga dapat mencapai tujuan dengan mudah dan cepat. Siswa yang berkompeten dalam keterampilan kolaborasi memiliki ciri seperti mampu beradaptasi dengan kelompok yang heterogen, bertanggung jawab mengerjakan tugas, menghargai pendapat, mampu menyesuaikan diri dalam kelompok, serta menghargai anggota lain (Sani, 2019). Dengan adanya keterampilan kolaborasi, siswa yang pasif dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga mereka dapat memahami dan mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih mudah. Seiring berjalannya waktu, selalu terjadi perubahan pada perkembangan model pembelajaran. Model pembelajaran diperlukan oleh guru untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif serta efisien sesuai dengan materi dan kebutuhan siswa guna memperoleh hasil belajar terbaik. Model pembelajaran memiliki prinsip dan tujuan yang berbeda-beda. Sama dengan pendekatan kontruktivisme, model yang sering mendapatkan respons adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif memberi kesempatan siswa dalam berkomunikasi serta berinteraksi bersama teman sekelompoknya agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Dalam pembelajaran model ini, guru berperan sebagai motivator dan pembimbing siswa dalam melakukan aktivitas dalam pembelajaran (Isjoni, 2010). Sesuai dengan pertanyaan Anita Lie (2002), pada model pembelajaran lama,