199 ANDI PABBENTENG, RAJA BONE XXXIII: HUBUNGANNYA DENGAN BELANDA (1946-1951) ANDI PABBENTENG, KING OF BONE XXXIII: HIS RELATIONSHIP WITH NETHERLANDS (1946 - 1951) Rismawidiawati Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulawesi Selatan Jalan Sultan Alauddin / Tala Salapang Km. 7 Makassar, 90221 Telepon (0411) 883748, 885119 Faksimile (0411) 865166 Pos-el: rismawidiawati@yahoo.co.id Handphone: 085299593495 Diterima: 19 Februari 2016; Direvisi: 28 Maret 2016; Disetujui: 30 Mei 2016 ABSTRACT The process of civilization form of a society is inseparable from the important role or influence of a figure. In kingdom scale, the figure is a king. Nowadays, the history shades to major figures or events, so sometimes there some figures or events escaped in writing. The figure of Andi Pabbenteng who is reviewed in this article is the King of Bone 33 rd . The writing about Andi Pabbenteng is still rare, even though he was a king. In line with this, this article aims to reveal the attack of Andi Pabbenteng as the King of Bone 33 rd and to explain his relationship with Netherlands. This article uses the historical method by exploring variety of literature sources and interviews with historians and history observers. The result shows that Andi Pabbenteng was appointed as King of Bone in 1946 as his proximity to the Dutch government. In the time of Andi Pabbenteng, he could control security by taming the fighters. Social prestige owned by Andi Pabbenteng became a huge social capital. At the time of the Red Beret Special Forces of Westerling, be took assassination in many places, Andi Pabbenteng was success to convince Westerling to not enter into his reign. At his time, he was very active to eliminate gambling, robbery, and theft, because the three things can disturb the security and peace in the country. Keywords: Andi Pabbenteng, Bone Kingdom, the Dutch East Indies Government. ABSTRAK Proses pembentukan peradaban suatu masyarakat tidak terlepas dari peran atau pengaruh penting seorang tokoh. Dalam skala kerajaan, tokoh yang dimaksud adalah raja. Selama ini, sejarah seolah-olah berpihak pada tokoh atau peristiwa besar saja, sehingga terkadang ada tokoh/peristiwa yang luput dari penulisan. Tokoh Andi Pabbenteng yang diulas pada artikel ini adalah Raja Bone ke-33. Tulisan tentang Andi Pabbenteng masih jarang dijumpai, meskipun beliau adalah seorang raja. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan sepak terjang Andi Pabbenteng selaku Raja Bone ke 33 dan menjelaskan hubungannya dengan Belanda. Artikel ini menggunakan metode historis dengan menelusuri berbagai sumber pustaka dan melalukan wawancara dengan sejarawan dan pemerhati sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andi Pabbenteng diangkat menjadi raja Bone pada 1946 berkat kedekatannya dengan pemerintah Hindia Belanda. Pada masa pemerintahan Andi Pabbenteng, beliau dapat mengendalikan keamanan dengan cara menjinakkan para pejuang. Wibawa sosial yang dimiliki Andi Pabbenteng menjadi modal sosial yang sangat besar. Pada waktu Pasukan Istimewa Baret Merah Westerling melakukan pembantaian di banyak tempat, Andi Pabbenteng berhasil meyakinkan Westerling untuk tidak masuk ke dalam wilayah kekuasaannya. Pada masanya, beliau sangat aktif menghilangkan perjudian, perampokan, dan pencurian, karena ketiga hal itu dapat menganggu keamanan dan ketenteraman dalam negeri. Kata kunci: Andi Pabbenteng, Kerajaan Bone, Pemerintah Hindia Belanda