Volume 7, Nomor 3 September 2023. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526 SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 1810 PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN DI POSYANDU LESTARI 12 DESA LIMBANGAN Aulia Nurlatifah 1) , Rin Rin Roudatul Jannah 1) , Ade Rahmatul Wahid 1) , Fajar Sidiq 1) , Indriyanti 1) , Queeny Amalia Febriany 1) 1) Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Jawa Barat, Indonesia Corresponding author : Rin Rin Roudatul Jannah E-mail : rinrin28082001@gmail.com Diterima 31 Juli 2023, Direvisi 03 Agustus 2023, Disetujui 04 Agustus 2023 ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki angka stunting yang tinggi dengan penurunan angka stunting terendah yaitu 27,67%, standar WHO yang ideal yaitu <20%. Efek jangka panjang stunting dapat menurunkan kemampuan kognitif dengan diikuti menurunnya produktifitas sehingga menyebabkan kerugian ekonomi Indonesia. Kegiatan penyuluhan dan pencegahan stunting pada masyarakat dapat dijadikan solusi untuk menurunkan angka stunting. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting sehingga dengan adanya informasi terkait maka dapat dijadikan sebagai upaya pencegahan dikemudian hari. Metode dalam kegiatan ini dilakukan bentuk ceramah dan penyebaran kuesioner untuk pre-test dan post-test. Hasil penyuluhan ini membuktikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar, dengan didukung hasil statistik dengan signifikansi nilai p-value (0.000). Kata kunci: penyuluhan; pencegahan; pengetahuan; stunting; balita. ABSTRACT Indonesia is one of the countries that has a high stunting rate with the lowest stunting rate reduction of 27.67%, the ideal WHO standard is <20%. The long-term effects of stunting can reduce cognitive abilities followed by decreased productivity, causing economic losses for Indonesia. Counseling and stunting prevention activities in the community can be used as a solution to reduce stunting rates. This activity is carried out to increase public knowledge about stunting so that with related information it can be used as a prevention effort in the future. The method in this activity was carried out in the form of lectures and distributing questionnaires for pre-test and post-test. The results of this counseling prove that this activity is very beneficial for the surrounding community, supported by statistical results with a significance p-value (0.000). Keywords: counseling; prevention; knowledge; stunt; toddler. PENDAHULUAN Stunting adalah salah satu kondisi terkait masalah gizi yang kurang terpenuhi, dimana pertumbuhan anak terhenti dan berlangsung dengan jangka waktu yang lama (Novela et al., 2022), dan masyarakat belum mengetahui dengan benar terkait dengan stunting (Laili & Andriani, 2019). Di Indonesia kurangnya gizi pada balita dapat disebut sebagai ancaman yang serius, salah satunya yaitu masalah mengenai stunting. Indonesia pernah mengalami penurunan angka stunting sampai 27,67% namun angka tersebut masih belum memenuhi standar World Health Organization (WHO) dimana persyaratannya sendiri harus < 20% (Valeriani et al., 2022). Angka stunting yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah khususnya Kabupaten Cilacap mencapai 30%- 40% dimana angka tersebut sangat tinggi (Rusana et al., 2023). Berdasarkan hasil sebelumnya, bahwa stunting di Indonesia telah mengalami penurunan, namun belum memenuhi persyaratan standar dari WHO. Berbekal data diatas, maka untuk meminimalisir kembali bertambahnya angka stunting diperlukan penyuluhan dan pencegahan stunting dari tiap daerahnya (Ipan et al., 2021). Pengukukuran status gizi balita dapat dipantau dengan melalui pemeriksaan kesehatan, pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, usia, dan jenisnya kelamin balita (Isni & Dinni, 2020). Penyebab dari stunting terjadi akibat kurangnya asupan gizi saat hamil, kondisi bayi di dalam kandungan tidak terpenuhi gizinya, pengetahuan ibu hamil yang kurang tentang