www.jurnal.abulyatama.ac.id/acehmedika JURNAL ACEH MEDIKA ISSN 2548-9623 (Online) Volume 2, No. 1, April 2018 204 Perilaku Kader Kesehatan Tentang Manajemen Terpadu Bayi Muda Neti Hartaty 1* , Saiful Riza 1 , Desi Anidar 1 , Maimun Tharida 1 1 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh Besar, 23372, Indonesia Email : netihartaty@yahoo.com * Abstrack: Along this time, the service for the newborn baby is highly low, due to sociey in our culture does not allow the parents take the baby outside from their house before 40 days, moreover not all the process of baby delivery is carried out by the medic staff. The integrated management of newborn baby (MTBM) aims to accelerate the reduction off baby mortality rate, to increase the baby health service, to know whether the baby needs to be transferred to a hospital or not, to provide the knowledge to the baby’s families and societies to do healthcare in their house. The purpose of ths study was to know the demeanor of health cadres regarding integrated management of newborn baby in work area of community healt center of ulee Kareng of Banda Aceh , 2017. The location of this study was in Ulee Kareng subdistrict of Banda Aceh, dated Oktober 5-26, 2017. The research design used was descriptive research with the 82 health cadres as population and 45 as a sample. The instrument used was a questionnaire. The data analysis was univariate analysis. The result of the study showed that 24 cadres (53.3%) had a excellent demeanor, 25 cadres (55.6%) had the high knowledge, and 26 cadres (57.8%) behaved positively. The conclusion of this study was that the hingher the level of education the cadres have, the better the demeanor the have regarding the integrated management of the newborn baby. It is suggested that the health institution provides the special training to all health cadres regarding integrated management of newborn baby to be carried out by the health cares. Keywords: Demeanor of health cadres, Integrated management of newborn baby Abstrak: Selama ini jangkauan pelayanan bayi muda sangat rendah, karena budaya masyarakat yang melarang bayi muda keluar rumah sebelum umur 40 hari, apalagi tidak semua persalinan dilakukan oleh petugas kesehatan. Manajemen terpadu bayi muda (MTBM) bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kematian anak, peningkatan pelayanan kesehatan anak, untuk mengetahui apakah anak perlu dirujuk atau tidak, memberikan kemampuan bagi keluarga dan masyarakat untuk dapat melakukan perawatan dirumah.Tujuan penelitian untuk mengetahui Perilaku Kader Kesehatan Tentang Manajemen Terpadu Bayi Muda Di Wilayah Kerja Puskesmas Ulee Kareng Banda Aceh Tahun 2016. Tempat penelitian Di Kecamatan Ulee Kareng Banda Aceh, pada tanggal 5 sampai 26 Oktober 2016. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan jumlah populasi 82 kader,dan sampel sebanyak 45 kader kesehatan, instrumen penelitian yang digunakan adalah angket. Analisa data meliputi analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan perilaku baik kader kesehatan sebanyak 24 orang (53,3%), pengetahuan tinggi sebanyak 25 orang (55,6%) dan bersikap positif sebanyak 26 orang (57,8%). Kesimpulan semakin tinggi pendidikan, pengetahuan dan bersikap positif maka semakin baik perilaku kader kesehatan tentang manajemen terpadu bayi muda. Saran Bagi instansi kesehatan memberikan pelatihan khusus kepada seluruh kader kesehatan tentang manajemen terpadu bayi muda agar kader kesehatan bisa mengaplikasikan kepada bayi muda. Kata kunci: Perilaku Kader Kesehatan, Manajemen Terpadu Bayi Muda