ISSN: 1412-8837 AGRISEP Vol. 15 No. 2 September 2016 Hal: 151 - 161|151 PERAMALAN PASOKAN BAHAN BAKU DAN PENJUALAN SIR 20 DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA VII UNIT PADANG PELAWI KEC. SUKARAJA KAB. SELUMA The Forecasting of Raw Materials Supply and Sales in PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Padang Pelawi Sukaraja Eka Monika Manihuruk, M. Mustopa Romdhon, dan Nusril Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu ABSTRACT This research aims to forecast supply of raw material and sales and then to analyze the price of SIR 20 for 1 next year with a best method. Accuracy method of divination used MAD, MSE, MAPE. Analyze quantitative used time series, eksponential smoothing and Arima the development of raw materials, price of raw materials inside and outide of companies, the price of SIR 20 and selling of SIR 20 through increasing. Keywords: forecasting, supply, raw material, sales, SIR 20 PENDAHULUAN Salah satu sektor pertanian yang berpotensi untuk dijadikan unggulan adalah subsektor perkebunan. Sebagai salah satu subsektor yang penting dalam sektor pertanian, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai negara berkembang dimana penyediaan lapangan pekerjaan merupakan masalah yang mendesak, subsektor perkebunan mempunyai peranan yang cukup signifikan. Serapan tenaga kerja oleh sektor pertanian di Indonesia adalah sebesar 27% (2008), PDRB/PDB sebesar 20%, dan ekspor (devisa) 40% (BPS, 2013). PTPN VII merupakan salah satu Perusahaan yang didirikan di Kota Bengkulu bergerak di bidang industri pengelolahan bahan olah karet rakyat menjadi Crumb Rubber jenis SIR 20. Bahan Baku berasal dari bahan olah karet kebun PTPN VII Padang Pelawi dan Ketahun serta bahan olah karet Masyarakat Petani sekitar Perusahaan. Prioritas kinerja PTPN VII memproduksi Crumb Rubber jenis SIR 20 karena bahan bakunya lebih dominan dapat diolah menjadi Standard Indonesia Rubber (SIR) 20. Hambatan yang sering terjadi di Perusahaan yaitu terjadinya fluktuasi pasokan dari kebun sendiri dan fluktuasi pasokan maupun harga dari luar perusahaan. Hambatan lainnya juga fluktuasi harga SIR 20 dan permintaan SIR 20, disebabkan oleh rendahnya produksi akibat gangguan pertumbuhan dari tanaman. Hal ini dapat dibuktikan selama tahun 2014 bahwa PT. Perkebunan Nusantara Unit Padang Pelawi bagian Pawi