1 SEJARAH SINGKAT MASUK DAN BERKEMBANGNYA AGAMA BUDHA DI SUMATERA SELATAN Oleh: Nur Fitriyana 1 ABSTRACT The almost comprehensive note about Buddhism in The Archipelago is written by I’tsing. The note was made in 672 when he had stayed for six month in Sriwijaya to learn Sanskrit before he learned Buddhism in India. From the note, it is known that Srivijaya was the center of Buddhist study in Asia and had close relation to the Buddhist schools in India. There were many pupils from China and Tibet who studied Buddhism in Srivijaya. Unfortunately, the fame of Buddhism in Srivijaya has disappeared for almost three millennia. In 1954, the commomeration of 2500 years on the development of Buddhism was held in Indonesia. The moment was considered as the Buddhism revivalism in Indonesia dubbed as Buddha Jayanti moment. Keywords: buddhism, south sumatera PEMBAHASAN A. Sejarah Singkat Masuknya Agama Budha di Sumatera Selatan Berdasarkan beberapa temuan arkeologi di beberapa tempat yang terpisah, Kiagus Imron Mahmud (2004 : 6-7 ) menjelaskan, masa perkembangan agama Buddha di Indonesia dimulai sekitar abad ke 5 M. Dilaporkan bahwa pada waktu itu agama Buddha sudah berkembang luas di Jawa dan Sumatera, meskipun dikatakan pula penuh dengan penyelewengan. Catatan agak lengkap mengenai keadaan agama Buddha pada waktu itu dibuat oleh I’tsing, yang pada tahun 672 menetap untuk selama enam bulan di Sriwijaya guna mempelajari bahasa Sansekerta sebelum belajar agama di Nalanda India. Ia bahkan kembali lagi ke Sriwijaya setelah belajar selama lebih kurang sepuluh tahun di Nalanda untuk menerjemahkan naskah-naskah Buddha ke dalam bahasa China. Dari catatan I’tsing ini pula dapat diketahui bahwa Sriwijaya pada waktu itu sudah merupakan pusat pengajaran agama Buddha di Asia dan mempunyai hubungan yang luas dengan pusat-pusat pengajaran agama Buddha di India. Siswa-siswa yang belajar di Sriwijaya bukan saja berasal dari wilayah Nusantara, tetapi juga berasal dari China dan Tibet. Menurut I’tsing, 1 Dosen Tetap Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang