1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Musik bagi agama Kristen tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan beragama, karena itu para pemuka agama selalu berusaha mencari cara-cara yang paling mudah dipahami oleh para umatnya untuk melaksanakan ibadah. (Purwidodo, 1983: 61). Kebaktian atau ibadah umat Kristen mencakup semua peristiwa dalam hidup, kebaktian adalah sebagai jawaban kepada Tuhan yang hadir. Jawaban itu dibentuk dalam bentuk liturgi dan diwarnai dengan suara dan perbuatan yang indah-indah yang membentuk suatu peristiwa yang berisikan Tuhan hadir berfirman kepada manusia, manusia mendengarnya dan memberikan puji-pujian melalui nyanyian atau musik, doa permohonan, serta memberikan persembahan atas pemberian Tuhan. Fungsi utama dari musik ialah “to clothe the text of liturgi (Pembungkus teks liturgi). To clothe sama dengan melapisi, menutupi. Musik itu adalah sebagai pembungkus teks liturgi agar teks liturgi dapat lebih indah, lebih mudah dihayati. (Reed, 1959: 159). Musik di dalam Gereja mempunyai peranan penting di dalam pembinaan rohani anggota jemaat. Kedudukan atau penggunaan instrumen musik dalam kebaktian Gereja, bukanlah sebagai tambahan melainkan merupakan hal yang tidak terpisahkan sejak awal sampai berakhirnya kebaktian. Penggunaan instrumen musik sangat penting artinya bagi jemaat, karena melalui musik anggota jemaat tertolong untuk