Submitted: 22 September 2020 Revised: 20 Oktober 2020 Accepted: 27 Januari 2022 27 VOLUME 21 NOMOR 01, JANUARI 2022 PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA HIDROPONIK VERTIKULTUR DAN KONVENSIONAL DI SEKOLAH DASAR NEGERI 3 TANJUNG PURWOKERTO JAWA TENGAH S.N. Hadi 1 , P. S. Dewi 2 , dan I. Widiyawati 3 ABSTRAK Khalayak sasaran kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah guru dan siswa SDN 3 Tanjung Purwokerto Jawa Tengah. Permasalahan yang ada adalah (1) Lahan kosong sekolah belum dioptimalkan, (2). Sekolah memiliki visi menjadi sekolah adiwiyata, namun kegiatan yang mendukung belum ada, (3). Pengetahuan beragam teknik budidaya tanaman sayuran dan ragam sayuran yang penting bagi sistem kekebalan tubuh di masa pandemi covid-19 masih terbatas, (4). Pengetahuan aneka jenis makanan yang dibuat dari bahan sayuran yang enak, menarik, dan modern masih terbatas. Tujuan kegiatan adalah (1). Mendukung visi sekolah menjadi sekolah adiwiyata dengan melakukan transfer teknologi budidaya tanaman sayuran dengan teknik hidroponik, vertikultur, dan konvensional, (2). Memberikan edukasi ragam sayuran dan manfaatnya bagi sistem kekebalan tubuh, (3). Show off aneka makanan berbahan sayuran yang menarik, enak, dan modern. Metode yang dilakukan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi, pelatihan, pendampingan, dan percontohan (demplot). Hasil menunjukkan semua kegiatan dapat berjalan baik dengan dukungan guru dan siswa. Tanaman yang dibudidayakan dengan teknik hidroponik, vertikultur, dan konvensional dapat tumbuh baik hingga panen. Khalayak sasaran mengetahui ragam sayuran yang penting bagi sistem kekebalan tubuh terkhusus di masa pandemi covid-19. Khalayak sasaran mengetahui bahwa sayuran dapat dibuat menjadi ragam makanan seperti es krim, burger, dan spageti. Kata kunci : Hidroponik, vertikultur, SDN 3 Tanjung, Sekolah Adiwiyata ABSTRACT The target audience for Community Service (PKM) activities were teachers and students of SDN 3 Tanjung Purwokerto, Central Java. The problems that exist were (1) the school's vacant land has not been optimized, (2). The school has a vision to become a Adiwiyata school, but there are no supporting activities, (3). Knowledge of various cultivation techniques for vegetables and various vegetables that are important for the immune system during the Covid-19 pandemic is still limited, (4). Knowledge of various types of food made from delicious, interesting, and modern vegetables is still limited. The objectives of the activity were (1). Supporting the vision of the school to become a Adiwiyata school by transferring vegetable cultivation technology with hydroponic, verticulture, and conventional techniques, (2). Providing education on a variety of vegetables and their benefits for the immune system, (3). Show off a variety of interesting, tasty, and modern vegetable-based foods. The method used is a participatory approach which includes education, training, mentoring, and demonstration plots. The results showed that all activities can run well with the support of 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No. 61 Purwokerto, 53123, Jawa Tengah, Indonesia, sapto.hadi@unsoed.ac.id. 2 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No. 61 Purwokerto, 53123, Jawa Tengah, Indonesia, p_saridewi@yahoo.com. 3 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno No. 61 Purwokerto, 53123, Jawa Tengah, Indonesia, idawidiyawati87@gmail.com