1 KEARIFAN LOKAL KAMPUNG DESA ADAT CIPTAGELAR SUKABUMI (Analisis Framing Pada Program Feature Di Media CNN Indonesia dan Trans7) LOCAL MEMBERSHIP OF KAMPUNG TRADITIONAL VILLAGE CIPTAGELAR SUKABUMI (Framing Analysis on Feature Programs on CNN Indonesia and Trans7 Media) Nesya Kerin Anggafita, Freddy Yusanto, S.Sos., M.Ds. Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom Jalan Telekomunikasi Terusan Buah Batu No. 1 Bandung, Jawa Barat 40257 Email: nesyakerin@student.telkomuniversity.ac.id, fredyusanto@gmail.com ABSTRAK Fenomena bergesernya kearifan lokal yang terjadi di Indonesia sudah mulai terjadi yang nantinya akan berdampak pada perubahan tata nilai dan sikap generasi muda Indonesia. Desa Ciptagelar adalah salah satu contoh desa yang mampu mempertahankan kearifan lokal dan menjalankan adat yang kuat, yang sudah diwarisi tradisi kurang lebih 640 tahun lalu. Adanya era modern ini desa Ciptagelar juga memanfaatkan sebagai sarana kehidupan bermasyarakat sehingga Ciptagelar memiliki TV, Radio, pembangkit listrik dan masih banyak lainnya. Desa Ciptagelar memiliki keunikan dari desa lainnya karena selain patuh dengan adat tradisi juga r menggabungkan aspek tradisional dan modern agar masyarakat tidak buta dalam perkembangan zaman yang terjadi. Hal ini menjadikan ide tim kreatif pertelevisian dalam mengangkat tayangan tema kearifan lokal yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana media massa dalam pembingkaian (framing) mengenai kearifan lokal Desa Ciptagelar yang dilakukan pada media CNN Indonesia dalam program Inside Indonesia dan Trans7 dalam program Ragam Indonesia. Penelitian ini menggunakan teknik analisis framing Robert N. Entman dengan metode kualitatif dan paradigma konstruktivis. Hasil dari penelitian ini menunjukan program Inside Indonesia membingkai kearifan lokal desa Ciptagelar secara lebih luas mengenai tiga tema sejarah kasepuhan, pesta padi di Ciptagelar, sedangkan program Ragam Indonesia membingkai kearifan lokal desa Ciptagelar hanya menampilkan rangkaian bagian kegiatan tentang pesta padi di desa Ciptagelar. Perbandingan pembingkaian kearifan lokal desa Ciptagelar pada program Inside Indonesia menampilkan tiga aspek namun tidak mendalam dan pembingkaian yang dilakukan Ragam Indonesia hanya menampilkan satu aspek dengan sangat detail. Kata Kunci: Media Massa, Kearifan Lokal, Berita Feature, Analisis Framing ABSTRACT The phenomenon of the shifting of local wisdom that occurred in Indonesia has begun to occur which will later have an impact on changes in values and attitudes of the younger generation of Indonesia. Ciptagelar Village is an example of a village that is able to maintain local wisdom and practice strong customs, which have been inherited from traditions of approximately 640 years ago. The existence of this modern era Ciptagelar village also utilizes it as a means of social life so that Ciptagelar has TV, Radio, power plants and many others. Ciptagelar Village is unique from other villages because in addition to being compliant with traditional traditions it also combines traditional and modern aspects so that people are not blind in the times. This makes the idea of the television creative team raise the theme of local wisdom in Indonesia. The purpose of this study is to see how the mass media in framing the local wisdom of Ciptagelar Village conducted on the Indonesian CNN media in the Inside Indonesia program and Trans7 in the Indonesian Variety program. This study uses the Robert N. Entman framing analysis technique with qualitative methods and constructivist paradigms. The results of this study show that the Inside Indonesia program frames the local wisdom of Ciptagelar village more broadly on the three historical themes of Kasepuhan, the rice party at Ciptagelar, while the Indonesian Variety program frames the local wisdom of the Ciptagelar village, only showing a series of activities on the rice party in Ciptagelar village. The comparison of the local wisdom framing of the Ciptagelar village in the Inside Indonesia program presents three aspects but is not exhaustive and the framing carried out by the Indonesian Variety only presents one aspect in great detail. Keywords: Mass Media, Local Wisdom, Feature News, Framing Analysis ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.7, No.2 Desember 2020 | Page 7098