J.K P. (Jurnal Karya pengabdian) Vol 1. No. 3, Oktober 2019.
e-ISSN 2655-8068 (online)
Journal Homepage: http://jkp.unram.ac.id/index.php/JKP
: …
136
*Coresponding author.
E-mail address: sujita@unram.ac.id
Peer reviewed under reponsibility of Universitas Mataram.
© 2019 Universitas Mataram, Jl majaphit No. 62 Mataram.
Pemberdayaan Masyarakat di Pemukiman Pinggir Sungai
Desa Sandik Melalui Penerapan Teknologi Pembuatan Batako
Berpenguat Serat Ijuk
Sujita
*
, I . B. Alit, I.G.B. Susana
Teknik Mesin, Universitas Mataram, Jl. Majapahit No. 62 Mataram
*
Korespondensi email: sujita@unram.ac.id
Article history: Received 18 September 2019 Revised 25 September 2019 Accepted 1 Oktober 2019
ABSTRAK
Desa Sandik adalah salah satu desa di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat
yang masyarakatnya rata-rata hidup dibawah garis kemiskinan dan jumlah penganggurannya terbanyak,
akibat dampak pemulangan TKI yang bekerja di Malaysia. Penduduk di daerah ini mata pencahariannya
adalah sebagai penyadap aren, membuat kerajinan dari ijuk (sapu, keset) dan penambang pasir, batu kerikil
di sungai yang mengalir sepanjang Dusun Perempung, Midas dan Kayangan. Tujuan khusus dari kegiatan
KKN-PPM yang akan dilaksanakan adalah untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kurangnya
ketersediaan material bahan bangunan/batako, rendahnya pendapatan masyarakat, pengelolaan sumber daya
alam belum optimal. Dengan Target dan luaran yang ingin di capai dari kegiatan KKN- PPM ini adalah :
peningkatan produksi, efisiensi biaya, perbaikan sistem, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk
menangkap peluang pasar produk batako yang masih terbuka. Metode yang digunakan dalam melakukan
pemberdayaan kelompok sasaran adalah: Dengan menerapkan secara langsung teknologi pembuatan batako
berpenguat serat ijuk. kepada khalayak sasaran mitra KKN-PPM (masyarakat Dusun Perempung, Midas,
Kayangan) Desa Sandik Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan KKN-PPM yang akan
dilaksanakan selama 2.5 bulan, dilakukan oleh mahasiswa peserta sebanyak 30 orang dan dibimbing oleh
Dosen Pembimbing Lapangan. Pembuatan batako berpenguat serat ijuk yang akan diterapkan merupakan
hasil penelitian Fakultas Teknik Mesin Universitas Atmajaya Yogyakarta. Berdasarkan penelitian Agus
Wahyono,dkk, 2010. Penambahan 5% serat ijuk pada adonan batako akan memberikan kualitas yang
maksimal pada batako, daya ikat antara ijuk dan adonan (pasir, semen) seragam dan kekuatan tekan rata-rata
mencapai 135 Kg, batako tanpa penguat ijuk kekuatan tekan rata-ratanya lebih rendah yaitu 90 Kg.
Kata kunci: : batako; serat penguat; serat ijuk; kualitas; kapasitas
ABSTRACT
Sandik village is one of the villages in the area of West Lombok Regency, West Nusa Tenggara Province
where the average population lives below the poverty line and has the most unemployment, due to the impact
of returning migrant workers who work in Malaysia. Residents in this area are livelihoods as palm sugar
tapers, making handicrafts from palm fibers (brooms, doormats) and sand miners, gravel stones in rivers
that run along Perempung, Midas and Kayangan Hamlets. The specific purpose of the KKN-PPM activities
that will be carried out is to overcome problems related to the lack of availability of building materials /
concrete blocks, the low income of the people, the management of natural resources is not yet optimal. The
targets and outcomes to be achieved from the KKN-PPM activities are: increased production, cost efficiency,
system improvements, and increased public participation to capture the market opportunities of brick
products that are still open. The method used in empowering the target group is: By directly applying the
technology of making fibers reinforced palm fibers. to the target audience of KKN-PPM partners (Dusun
Perempung, Midas, Kayangan) Sandik Village, Batulayar District, West Lombok Regency. KKN-PPM
activities that will be carried out for 2.5 months, are carried out by 30 student participants and are guided by
Field Supervisors. The making of fibers with palm fibers that will be applied is the result of a study by the
Faculty of Mechanical Engineering, Atmajaya University, Yogyakarta. Based on the research of Agus
Wahyono, et al, 2010. Addition of 5% palm fibers to the batako mixture will give maximum quality to the
concrete block, the bonding capacity between the fibers and the mixture (sand, cement) is uniform and the
average compressive strength reaches 135 kg, the brick without reinforcement fibers lower average
compressive strength of 90 kg.
Keywords : brick; fiber reinforcement ; palm fibers; quality ; capacity.