This is an open-access article distributed under the term of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC-BY-SA).
Copyright © 2021 Department of Biology Education, Universitas Pendidikan Indonesia.
Assimilation: Indonesian Journal of Biology Education
Vol. 4 No. 2, September 2021, pp. 65-70
Available online at: http://ejournal.upi.edu/index.php/asimilasi
DOI: https://doi.org/10.17509/aijbe.v4i2.41483
Research Article ISSN 2621-7260 (Online)
Profil pengalaman belajar siswa dalam menjelaskan fenomena ilmiah pada IPA/biologi selama
penerapan daring di masa pandemi
(Profile of student's learning experiences in explaining scientific phenomenon in science/
biology in online learning during pandemic)
Dewi Wansantika Gunawan, Tri Suwandi*, Ana Ratna Wulan
Departemen Pendidikan Biologi FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung
*Corresponding author: trisuwandi@upi.edu
Received: 1 Auguts 2021 - Accepted: 1 September 2021 - Published: 30 September 2021
ABSTRACT This study aims to describe student's learning experiences in explaining scientific phenomena in online
science/biology learning. This study uses a descriptive method, the data sources are questionnaires and Student Worksheets
(LKS) from six schools in the city of Bandung which were selected by stratified random sampling with good, sufficient and
poor categories based on the 2019 BSNP. There are 207 state junior high school students in Bandung City who filled out a 40-
item questionnaire to answer this research. Questionnaire items for students have been adjusted to the skills to explain scientific
phenomena based on the PISA 2018 framework. The results show that the student's learning experience in explaining scientific
phenomena of Science/Biology when online learning has not been implemented optimally. The results show that the skill to
explain scientific phenomena gets score 1,01. There are results of the worksheet’s analysis which show that the orders or
questions on the worksheet that have been made by the teacher are 50% according to those obtained from schools in the good
category. Through this research, the problem is that when doing practicum, the material is not understood because of the
discrepancy of the material during the learning process.
Keywords science learning experiences, explaining scientific phenomena, scientific inquiry skills
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman belajar siswa dalam menjelaskan fenomena ilmiah pada
pembelajaran IPA/Biologi secara daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sumber data yakni angket serta Lembar
Kerja Siswa (LKS) dari enam sekolah di Kota Bandung yang dipilih secara stratified random sampling dengan kategori baik, cukup
dan kurang berdasarkan BSNP tahun 2019. Terdapat 207 siswa SMP Negeri di Kota Bandung yang mengisi 40 item angket
untuk menjawab penelitian ini. Item angket siswa sudah disesuaikan dengan keterampilan menjelaskan fenomena ilmiah
berdasarkan framework PISA 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa dalam menjelaskan fenomena
ilmiah IPA/Biologi ketika pembelajaran daring belum terlaksana maksimal. Hasil menunjukkan bahwa keterampilan
menjelaskan fenomena ilmiah mendapatkan skor 1,01. Terdapat hasil analisis LKS yang menunjukkan bahwa perintah atau
pertanyaan pada LKS yang telah dibuat guru 50% sesuai yang diperoleh dari sekolah kategori baik. Melalui penelitian ini,
kendalanya yakni ketika melakukan praktikum, materi kurang dipahami karena adanya ketidaksesuaian materi saat pembelajaran
berlangsung.
Kata kunci pengalaman belajar IPA, menjelaskan fenomena ilmiah, keterampilan inkuiri ilmiah
PENDAHULUAN
Pada akhir tahun 2019, dunia digemparkan dengan
munculnya wabah Covid-19 karena adanya infeksi Virus
Corona yang pertama kali muncul di Wuhan, Cina. Sudah
hampir satu tahun dunia seperti berjalan tanpa arah.
Wabah pandemi Covid-19 telah berdampak tajam terhadap
tatanan aspek kehidupan di dunia, tak terkecuali di
Indonesia. Sejak wabah Covid-19 bertatus pandemi,
pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan salah satunya
pada pendidikan. Status kedaruratan nasional perlahan
berubah. Aktivitas belajar-mengajar beralih dari tatap muka
ke sistem pembelajaran jarak jauh atau daring (dalam
jaringan).
Pembelajaran daring bertujuan untuk meningkatkan
kewaspadaan dan proses penyebaran virus melalui interaksi
langsung di antara orang banyak. Peralihan proses
pembelajaran yang sebelumnya melalui tatap muka menjadi
online, tentunya menimbulkan tantangan bagi berbagai
pihak untuk dapat mengikuti proses dan alurnya agar
sistem pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Namun
ternyata, sistem ini tidak berjalan se-efektif yang
dibayangkan, bahkan seluruh pihak mengalami kesulitan,
apalagi jika harus dikaitkan dengan kurikulum 2013
(Wahyudi, 2020). Pembelajaran tidak bisa terlepas dari
pengalaman belajar siswa. Pengalaman belajar perlu
dilakukan oleh siswa dalam mencapai kompetensi dasar
dan materi pembelajaran yang sudah terencana. Proses
pengalaman belajar siswa juga sering melibatkan adanya
keterampilan pada siswa yang belum dimiliki sebelumnya.
Seperti halnya pada keterampilan abad 21.