© Musamus Journal of Civil Engineering e-ISSN: 2622-870X p-ISSN: 2622-8084 Copyright ©2022 Diterbitkan oleh Musamus Journal of Civil Engineering Perancangan Complete Streets Di Kota Merauke Sebagai Jalan Percontohan Eko Budianto 1 , Chitra Utary, Muh Akbar * Teknik Sipil, Universitas Musamus Merauke, Indonesia budianto_ft@unmus.ac.id 1 , utary_ft@unmus.ac.id, akabr@unmus.ac.id * Abstrak - Complete Streets dapat mengakomodasi masyarakat pejalan kaki dengan jalan yang aman dan nyaman. Selain itu complete streets juga dapat menekan produktivitas yang berlebih dari sistem angkutan umum untuk meminimalisir kemacetan. Selain itu, keuntungan dari complete streets adalah akses kaum muda ke transportasi umum dan peningkatan penggunaan sarana prasrana transportasi. Complete streets ramah terhadap pejalan kaki, pengguna sepeda dan penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini mendesain complete streets dengan pendekatan keselamatan berptransportasi dan mendorong kesehatan melalui berjalan kaki dan bersepeda. Metode yang digunakan yaitu deskriptip kuantitatif dengan mengumpulkan data dari lapangan untuk mengetahui lebar dimensi jalan, lebar trotoar, lebar rencana rth, lebar rencana jalur sepeda dan dimensi rencana public space. Peneltian ini dilakukan pada Jalan Trikora dengan dimensi jalan 10 meter. Hasil penelitian ini yaitu penyesuaian lebar jalan dengan pendekatan konsep complete street dari 10 meter menjadi 7,40 meter, dengan lebar masing-masing jalur 3,7 meter. Pengurangan lebar ini masih dalam standar suatu jalur pada jalan. Pengurangan lebar jalur ini dialih fungsikan menjadi jalur khusus sepeda dengan lebar masing-masing jalur 1 meter dan lebar pemisah berupa bak tanaman sebesar 30 centimeter. Adapun model jalur khusus sepeda digunakan adalah jalur sepeda tipe A dengan menggunakan bak tanaman (planter box). Penggunaan jalur sepeda tipe ini dinilai lebih aman dari konflik kendaraan dan lebih sustainable dengan adanya jalur hijau (vegetasi) sebab dapat mengurangi kebisingan kendaraan. Pendekatan konsep complete street juga memungkinkan adanya pelebaran jalur pedestrian dengan mengalihkan saluran terbuka ,menjadi saluran tertutup. Kata kunci; perancangan jalan, complete streets, jalan percontohan Abstract - Complete Streets can accommodate pedestrian communities with safe and comfortable roads. In addition, complete streets can also suppress the excessive production of the public transportation system to minimize congestion. In addition, the advantages of Complete Streets are youth access to public transportation and increased use of transportation infrastructure. Complete Streets is friendly to pedestrians, cyclists and people with disabilities. The purpose of this study is to design Complete Streets with a transportation safety approach and promote health through walking and cycling. The method used is qualitative by collecting data from the field to determine traffic volume, capacity and planning design. This research was conducted on Jalan Trikora with a road dimension of 10 meters. The results of this study are the adjustment of the width of the road with the complete street concept approach from 10 meters to 7.40 meters, with a width of 3.7 meters for each lane. This reduction in width is still within the standard of a lane on the road. The reduction in the width of this lane has been converted into a special bicycle lane with a width of 1 meter for each lane and a dividing width in the form of a plant tub of 30 centimetres. The special bicycle lane model used is a type A bicycle lane using a planter box. The use of this type of bicycle lane is considered safer from vehicle conflicts and more sustainable than the green lane (vegetation) because it can reduce vehicle noise. The complete street concept approach also allows the widening of the pedestrian path by diverting an open channel into a closed channel. Keywords; road design, complete streets, pilot roads 1. PENDAHULUAN Sistem transportasi (Sistran) adalah kerangka kerja transportasi yang dapat memastikan ketersediaan aksebilitas sebesar mungkin dengan konsekuensi yang dapat diperkirakan menurut sistem transportasi berkelanjutan [1], [2]. Hal ini memungkinkan akses ke orang-orang untuk pertemuan sosial, berkesinambungan, dan berfokus pada kesejahteraan [3]. Complete Streets dapat mengakomodasi masyarakat pejalan kaki dengan jalan yang aman dan nyaman. Selain itu complete streets juga dapat menekan produktivitas yang berlebih dari sistem angkutan umum untuk meminimalisir kemacetan [4][6]. Selain itu, keuntungan dari complete streets adalah akses kaum muda ke transportasi umum dan peningkatan penggunaan sarana prasrana transportasi. Hanya dengan berjalan kaki dapat mencegah 69 juta mil perkembangan lalu lintas. Lebih penting lagi bahwa 200 juta mil lalu lintas yang diharapkan dapat dicegah dengan berjalan kaki dan bersepeda. Penanggulangan ini lebih hemat biaya dan merupakan alternatif yang ampuh untuk menghindari kepadatan lalu lintas [7], [8]. Complete streets memiliki beberapa pengguna, terutama pejalan kaki, pengguna sepeda, kendaraan mekanik, dan penyandang disabilitas. Ruang Hijau dirancang untuk mendaur ulang udara sehat di area tersebut guna mendorong kenyamanan alami dan sterilisasi yang baik. Salah satu jenis jalur hijau adalah jalur jalur hijau milik