Jurnal Adhyasta Pemilu (JAP)
Volume 5, Issue 1, Juli 2022 (59–69)
E-ISSN 2809-9257; P-ISSN 2809-3321
https://doi.org/10.55108/jap.v5i1.84
https://journal.bawaslu.go.id/index.php/JAP/
© 2022 Author(s)
This work is licensed under a Creative Commons
Attribution 4.0 International (CC BY 4.0)
59
Perempuan Sebagai Modal Sosial Pengawasan Partisipatif
di Masyarakat: Studi Implementasi Desa Anti Politik Uang
di Kalurahan Sardonoharjo, Kabupaten Sleman
Sevy Kusdianita
1
, Mugi Hartana
2
, Muhammad Zulfikar Arsyad
3
, Yunita Melinda Putri
4
Abstract
Participatory supervision is a surveillance movement that comes from the
initiation of society on a voluntary basis. This movement involves all elements
of society, including women. Women are also active in political participation,
even having the potential to become the driving engine of grassroots
movements. Currently, women have been active in the election process, become
election participants, election organizers and are in the ranks of election
supervision. This paper will discuss the role of women as the driving force of
participatory supervision in the Anti-Money Politics Village program in
Sardonoharjo Village, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region through
descriptive research methods and qualitative research types using social capital
and participation approaches. The conclusion drawn from this study is that
women are the social capital of the core movement in society and play a role in
the formation of participatory movement patterns. The pattern of participatory
movements carried out by women in the election process in the Village Anti-
Money Politics program, has the potential to expand so that more massive
participatory supervision is realized.
Keywords: women; elections; social capital; participation supervision; anti-
money politics
Abstrak
Pengawasan partisipatif adalah gerakan pengawasan yang berasal dari
inisiasi masyarakat dengan dasar sukarela. Gerakan ini melibatkan seluruh
elemen masyarakat, termasuk perempuan. Perempuan juga aktif dalam
partisipasi politik, bahkan memiliki potensi menjadi mesin penggerak
gerakan di akar rumput. Saat ini perempuan telah banyak aktif dalam proses
pemilihan umum, menjadi peserta pemilu, penyelanggara pemilu maupun
berada di barisan pengawasan pemilu. Tulisan ini akan membahas tentang
peran perempuan sebagai motor penggerak pengawasan partisipatif dalam
program Desa Anti Politik Uang di Kalurahan Sardonoharjo, Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melalui metode penelitian deskriptif
dan jenis penelitian kualitatif menggunakan pendekatan modal sosial dan
partisipasi. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah bahwa
perempuan merupakan modal sosial dari inti pergerakan dalam masyarakat
dan berperan dalam pembentukan pola pergerakan partisipatif. Pola
pergerakan partisipatif yang dilakukan oleh perempuan dalam proses pemilu
dalam program Desa Anti Politik Uang, memiliki potensi untuk meluas
sehingga terwujud pengawasan partisipatif yang lebih masif.
Kata Kunci: perempuan; pemilu; modal sosial; pengawasan partisipatif; anti
politik uang
PENULIS
1*
Korespondensi Penulis
Sevy Kusdianita
s.kusdianita@gmail.com
Badan Pengawas Pemilu Provinsi
D.I.Yogyakarta
2
Mugi Hartana
mugihartana123@gmail.com
Badan Pengawas Pemilu Provinsi
D.I.Yogyakarta
3
Muhammad Zulfikar Arsyad
zulfikararsyad92@gmail.com
Badan Pengawas Pemilu Provinsi
D.I.Yogyakarta
4
Yunita Melinda Putri
yunitamelindaputri1995@gmail.com
Badan Pengawas Pemilu Provinsi
D.I.Yogyakarta
CITATION
Kusdianita, S., Hartana, M., Arsyad, M.
Z., & Putri, Y. M. Perempuan Sebagai
Modal Sosial Pengawasan Partisipatif
di Masyarakat: Studi Implementasi
Desa Anti Politik Uang di Kalurahan
Sardonoharjo, Kabupaten Sleman.
Jurnal Adhyasta Pemilu, 5(1), 59–69.
https://doi.org/10.55108/jap.v5i1.84
ARTICLE HISTORY
Received:
1 Maret 2022
Accepted:
30 Juni 2022
Published online
1 Juli 2022