Indonesian Journal of Health Information Management Service (IJHIMS) p-ISSN 2909-0462 (print) | e-ISSN 2809-0241 (online) Vol. 3, No. 1, Bulan Mei 2023 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK PKK/KADER KESEHATAN : PENTINGNYA KARTU IDENTITAS BEROBAT DAN REKAM MEDIS Sri Sugiarsi * , Astri Sri Wariyantii 2 , Febi Dyah Seruni 3 , Nandani Kusuma Ningtyas 4 1,2,3,4 Program Studi Sarjana Terapan MIK, STIKes Mitra Husada Karanganyar *Korespondensi: sri.sugiarsi14@gmail.com ABSTRAK. Mayoritas masyarakat Desa Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar berpendidikan SMP, jauh dari akses fasilitas kesehatan. Mayoritas mereka tidak mengetahui pentingnya kartu identitas berobat, kegunaan rekam medis dan mutu pelayananan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya karttu identitas berobat, kegunaan rekam medis dan mutu pelayanan. Sebagai metodenya adalah cerama, diskusi dan demonstrasi. Hasil kegiatan ini adalah ada peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah diberi pelatihan (selisih mean: -3,2, SD:1,7). Kata kunci: penyuluhan, kartu identitas berobat, rekam medis, kelompok PKK ABSTRACT. The majority of the people in Giriwondo Village, Jumapolo District, Karanganyar Regency have junior high school education, far from access to health facilities. The majority of them do not know the importance of medical identification cards, the use of medical records and the quality of service. This community service aims to provide counseling on the importance of medical identity cards, the use of medical records and the quality of service. The methods are lectures, discussions and demonstrations. The result of this activity is that there is an increase in knowledge before and after being given training (mean difference: -3.2, SD: 1.7) .Keywords: counseling, medical identity cards, medical records, PKK groups PENDAHULUAN Analisis Situasi Pemberdayaan kesehatan masyarakat dilatarbelakangi oleh beerbagai perilaku hidup sehat masyarakat. Perilaku hidup sehat tersebu dipengaruhi oleh banayk faktor, diantaranya pendidikan, kehidupan social, ekonomi, dan budaya atau tardisi setempat (Marniati, 2016). Tingkat pendidikan masyarakat pedesaan pada umumnya masih rendah dimana mayoritas pendidikannya sampai tingkat Sekolah Mengah Pertama (SMP) sehingga pengetahuan pendidikan yang mereka ketahui juga terbatas. Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar meruapakan salah satu desa dimana mayoritas penduduknya berpendidikan Sekolah Mengah Pertama (SMP). Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap penerimaan maupun penolakan terhadap kebijakan, program – program kesehatan yang diberikan oleh pemerintah baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu kebijakan pemerintah adalah fasilitas pelayananan harus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Hasil penelitian Sugiarsi & Ramdani (2008), sebagian besar (94%) masyarakat desa tidak menhetahui bahwa ketika pasien berobat harus membawa KIB (kartu Identitas Berobat). Kartu Identitas Berobat adalah kartu yang berisi identitas pasien dan nomor rekam medis yang digunakan sebagai bukti bahwa pasien telah terdaftar dan tercatat sebagai pasien di fasilitas pelayanan. Mayoritas masyarakat desa tidak mengetahui pentingnya KIB, manfaat rekam medis, mutu pelayanan. Kegunaan rekam medis secara umum yaitu sebagai pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien, alat bukti dalam proses penegakan hukum, disiplin kedokteran gigi, penegakan etika kedokteran, keperluan pendidikan, penelitian, sebagai dasar pembiayaan kesehatan dan data statistik kesehatan. Permasalahan Mitra Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Kabuapaten Karanganyar, mayoritas penduduknya berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), akses kesehatan cukup jauh, keterpaparan informasi tentang Kebijakan & program pemerintah masih renndah. Salah satu nya terkait pentingnya KIB, tujuan dan manfaat rekam medis. Kedua