KANDUNGAN TIMBAL CRUSTACEA DI MUARA ANGKE DI SEKITAR TELUK JAKARTA Maman Rumanta Universitas Terbuka ABSTRACT The study was conducted to observe concentration of lead on Crustacean as a marine product of Muara Angke’s traditional fisherman of Jakarta Bay. Four species of Crustacean were selected as sample. Each sample was triple and collected in four sampling periods, east monsoon, transition period from east to west monsoon (transition period I), west monsoon, and transition period from west to east monsoon (transition period II). Lead concentrations of collected samples were tested using flame-AAS. The result indicated that lead concentration on meat of Crustacean was lower than the concentration on carapaces and gills. But each of the concentration was higher than maximum level proposed by CCFAC (1999). Commonly the concentration of lead on Crustacean especially on meat and gills were high during east monsoon, but low during west monsoon. Key words: Crustacean, lead, Jakarta bay, Muara Angke. Teluk Jakarta merupakan suatu wilayah yang berada di sebelah Utara Jakarta yang mengalami pencemaran cukup berat. Keadaan tersebut terjadi karena Teluk Jakarta berada dekat Ibu Kota Indonesia yang mengalami pertumbuhan industri, penduduk, dan pemukiman yang paling pesat dibandingkan dengan daerah lainnya. Saat ini terdapat sekitar 13 sungai yang bermuara di Teluk Jakarta dan ke 13 sungai tersebut kondisi pencemarannya sangat mengkhawatirkan. Telah banyak penelitian yang memperlihatkan tingginya pencemaran logam berat di Teluk Jakarta. Hasil penelitian Hutagalung (1994) menunjukkan bahwa kandungan timbal (Pb) pada sedimen di Teluk Jakarta cukup tinggi, yaitu antara 27,8-104,9µg/g; sedangkan penelitian Diniyah (1995) menunjukkan bahwa kandungan Pb pada perairan Teluk Jakarta (1,570-1,750 µg/ml) telah jauh melebihi standar mutu air laut berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 tahun 2004 yang ambang batasnya adalah 0,008µg/ml. Keadaan ini menyebabkan hasil perikanan laut dari perairan Teluk Jakarta telah banyak mengandung logam berat yang berbahaya, terutama Pb. Hasil perikanan laut yang berasal dari Pasar Ikan Jakarta Utara dan Muara Angke telah tercemar Pb dan pada sebagian besar sampel (84%) telah melampaui ambang batas maksimal yang diperbolehkan CCFAC (1999). Kandungan Pb pada hasil laut dalam penelitian tersebut berkisar antara 0,077-13,27 µg/g, dengan kandungan tertinggi terdapat pada kerang-kerangan dan beberapa jenis ikan serta udang-udangan (YLKI bekerjasama dengan Fakultas Perikanan IPB dalam Nurjanah & Widiastuti, 1997).